SELEKSI LANJUT KULTIVAR PADI SAWAH LOKAL KALIMANTAN TIMUR

Rusdiansyah, Tjatjuk Subiono, dan Muhammad Saleh

Abstract


The purpose of selection were to get a local lowland rice cultivar shave superior agronomic traits and high yield and get purified seed stock as the base material of plant propagation.

Selection was conducted in Karang Tunggal village of Tenggarong Seberang sub district of Kutai Kartanegara Regency from April to August 2014.  Selection was arranged in a randomized complete block design (RCBD) with four replications.  Further selected cultivars that v1 = Kambang; v2 = Roti; v3 = Sikin Putih; v4 = Sikin Merah; v5 = Popot; v6 = Pudak; and v7 = Situbagendit (check cultivar).  Data were analyzed with variance at 5% level and if there was significant followed by Least Significant Difference test (LSD) at 5% level.

The results showed that there were three cultivars namely Roti, Sikin Putih and Sikin Merah have agronomic traits and yield meet the selection criteria.  Cultivars Kambang meet the selection criteria despite having a total number of grains and grain content of less, but has a short stem, the total number of tillers and productive tillers per hill at most, the percentage of filled grain/panicle >80% and the production of grain/ha > 5.0 t.  Pudak cultivar has agronomic traits and yield appropriate selection criteria, but it has a long harvesting.  Selection results have been obtained seed stocks were purified as plant propagation material.


Keywords


advance selection, cultivars, local lowland rice

Full Text:

DOC PDF

References


Hairmanis. A., H. Aswidinnoor, Supartopo, W.B. Suwarno, B. Suprihatno dan Suwano. 2013. Potensi Hasil dan Mutu Beras Sepuluh Galur Harapan Padi Untuk Lahan Rawa Pasang Surut. J. Agron. Indonesia 41(1): 1-8.

Harahap, Z., S. Partohardjoso, dan G.S. Khush. 1984. Strategies for varietal Improvement in Tidal Swamp Rice. p. 175-181. In W.H. Smith (Ed.). Workshop on Research Prioritiesin Tidal Swamp Rice. Banjarmasin.

Harahap. Z. dan T. S. Silitonga, 1989. Perbaikan Varietas Padi Dalam Padi buku 2. Puslitbang Tanaman Pangan, Bogor.

Humairil, R., dan I. Khairullah. 2000. Potensi Galur-Galur Padi Rawa Pasang Surut Menunjang Ketahanan Pangan. Bull. Agron 28(3): 73-76.

Kurniawan, Y., dan Widodo. 2009. Keragaan Empat Varietas Lokal Padi Pada Pemberian Amelioran Tanah Ultisol, Abu Sekam Padi dan Dolomit di Lahan Gambut. J. Akta Agrosia 12(1): 45-50.

Las, I., H. Syahbuddin, E. Surmaini, dan A.M. Fagi. 2009. Iklim dan Tanaman Padi: Tantangan dan Peluang. Dalam Suyamto, I. Nyoman Widiarta, dan Satoto (eds.). Padi, Inovasi Teknologi dan Ketahanan Pangan. BB Penelitian Tanaman Padi, Balitbangtan.

Rais, S. A. 2004. Eksplorasi Plasma Nutfah Tanaman Pangan di Propinsi Kalimantan Barat. Bul. Plasma Nutfah Vol 10 (1): 23-27

Rusdiansyah, 2003. Eksplorasi dan Identifikasi padi Krayan secara IN SITU berdasarkan karakter Morfologinya. Laporan Hasil Penelitian (tidak di publikasikan).

Rusdiansyah dan Rudarmono, 2005, Identifikasi Padi Gogo dan Padi Sawah Lokal Asal Kecamatan Sembakung dan Sebuku Kabupaten Nunukan, Kerjasama Formacs Care International Indonesia-Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman Samarinda.

Rusdiansyah, Rudarmono, T, Subiono dan S, Darma, 2005, Evaluasi Potensi Hasil Padi Krayan di Wilayah Peningkatan Mutu Intensifikasi Marangkayu, Laporan Hasil Penelitian, Kerjasama Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman-Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Timur.

Rusdiansyah, T. Subiono dan S. Anjasmara. 2013. Identifikasi dan Uji Daya Hasil Terhadap Delapan Varietas Hasil Seleksi Benih Padi Sawah Lokal Kalimantan Timur. Kerjasama PT. Pupuk Kalimantan Timur dengan Puslitbangwil Unmul.

Rusdiansyah dan T. Subiono. 2014. A Study of Local Rice Cultivars From Krayan Grown in Tidal Swam Area. Int. Jour. Of Sci. and Eng. (IJSE). 6(2): 131-134.

Sarwani, M., M. Noor., B. Prayudi dan IPG. W. Adi. 1994. Penyusutan Lahan Gambut dan Dampaknya Terhadap Produktivitas Lahan Pertanian Disekitarnya: Kasus Delta Pulau Petak, Kalsel. Makalah Penunjang Seminar Nasional 25 Tahun Pemanfaatan Gambut dan Pengembangan Kawasan Pasang Surut, 14-15 Desember 1994.

Siwi. B.H. dan S. Kartowinoto. 1989. Plasma Nutfah Padi Dalam Padi buku 2. Puslitbang Tanaman Pangan, Bogor.

Suriadikarta, D.A. 2005. Pengelolaan Lahan Sulfat Masam Untuk Usaha Pertanian. J. Litbang Petanian 24:36-45.

Sutami., F. Azzahra., dan M. Imberan. 2003. Penampilan Dua Belas Galur Padi Terpilih Hasil Persilangan dan Introduksi di Lahan Pasang Surut Bergambut. Bull. Agron. 31: 89-93.

Utami. D.W., Kristamtini, K.S. Prajitno. 2009. Karakterisasi Plasma Nutfah Padi Beras Merah Lokal Asal Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarkan Karakter Mrfo-Agronomi dan Marka SSRs. Zuriat 20(1): 10-18.

Widjaja-Adhi, I.P.G. dan T. Alihamsyah. 1998. Pengembangan Lahan Pasang Surut: PotensiR, Prospek dan Kendala Serta Teknologi Pengelolaannya Untuk Pertanian. Dalam Prosiding Seminar Himpunan Ilmu Tanah, Jawa Timur.




DOI: https://doi.org/10.31293/af.v14i1.1106

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)

Agrifor ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960

Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.