PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP REGENERASIBAWANG PUTIH (Allium sativum L) SECARA KULTUR JARINGAN

Ellok Dwi Sulichantini

Abstract


Pengaruh  Konsentrasi  Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Regenerasibawang Putih (Allium sativum L) Secara Kultur Jaringan. Bawang putih merupakan salah satu bahan bumbu yang dapat digunakan untuk bahan obat-obatan. perbanyakan bawang putih pikir kultur jaringan dipengaruhi oleh konsentrasi zat pengatur tumbuh dalam medium kultur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NAA dan Kinetin untuk regenerasi bawang putih pikir budidaya. Eksplan itu disterilkan dari diinokulasi pada media, k0 (0 mg / l NAA + 0 mg / l kinetin); k1 (4 mg / l NAA + 0 mg / l kinetin); k2 (3 mg / l NAA + 1 mg / l kinetin); k3 (2 mg / l NAA + 2 mg / l kinetin); k4 (1 mg / l NAA + 3 mg / l kinetin); Dan k5 (0 mg / l NAA + 4 mg / l kinetin).

Hasil hasilnya menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi NAA + kinetin significally dilakukan pada tahap awal pertumbuhan, jumlah daun, tunas dan panjang akar. Pertumbuhan tanaman pengatur konsentrasi (NAA 1 mg / l + Kinetin 3 mg / l) mampu meningkatkan eksplan morfogenesis dalam membentuk planlet, seperti, daun, akar, serta kalus.


Keywords


Bawang putih, NAA, Kinetin, Kultur Jaringan.

Full Text:

Pdf Doc

References


Bhojwani, S.S. (ed.). 1990. Plant Tissue Culture : Applications and Limitations. Elsevier, Amsterdam.

Gunawan, L.W. 1992. Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universitas Bioteknologi IPB, Bogor.

Palungkun, R. dan A. Budiarti. 1992. Bawang Putih dataran Rendah. Penebar Swadaya, Jakarta.

Rukmana, R. 1995. Budidaya bawang Putih. Kanisius, Yogyakarta.

Santoso, H.B. 1999. Bawang Putih. Kanisius, Yogyakarta.

Sriyanti, D.P. dan A. Wijayani. 1994. Teknik Kultur Jaringan, Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman secara Vegetatif Modern. Kanisius, Yogyakarta.

Wattimena, G.A. 1992. Bioteknologi Tanaman. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Pusat Antar Universitas Bioteknologi IPB, Bogor.

Weaver,R.J. 1972. Plant Growth Substances in Agriculture. W.H. Freeman and Company, San Francisco.

Wetherell, D.F. dan Constabell. 1991. Metode Kultur Jaringan. Terjemahan Mathilda. ITB, Bandung.

Wibowo, S. 1989. Budidaya Bawang, Bawang Putih, Bawang Merah, Bawang Bombay. Penebar Swadaya, Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.31293/af.v15i1.1831

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Agrifor (Budidaya Agronomi dan Kehutanan) ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960