Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Daun (Allium fistulosum L.) Pada Pemotongan Bibit Anakan Dan Pemberian Pupuk Kandang Sapi Dengan Sistem Vertikultur

Mariatul Qibtiah dan Puji Astuti

Abstract


Tujuan penelitian, yaitu : (1) untuk mengetahui pengaruh pemotongan bibit anakan dan pupuk kandang sapi serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daundengan sistem vertikultur; dan (2) untuk mengetahui ukuran pemotongan bibit anakan bawang daun dan dosis pupuk kandang sapi yang sesuai terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daundengan sistem vertikultur.

Penelitian  dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan, terhitung sejak awal bulan Maret sampai bulan Juni 2014.  Penelitian dilaksanakan di Rawa Sari III,Jalan M.T Haryono  Kota  Samarinda.

Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial 4 × 3, masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga kali.  Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang sapi (K) yang terdiri atas 4 taraf yaitu: tanpa pupuk kandang sapi (k0), 50  g polibag-1 setara dengan 20 Mg ha-1 (k1), 100  g polibag-1 setara dengan 40 Mg ha-1 (k2, dan   150  g polibag-1 setara dengan  60 Mg ha-1 (k3).  Faktor kedua adalah pemotongan pada bibit anakan (P) yang terdiri atas 3taraf  yaitu:  tanpa pemotongan pada bibit anakan (p0), dipotong  1/3  bagian dari ujung tanaman (p1); dan dipotong  2/3  bagian dari ujung tanaman (p2).

Hasil penelitian menunjukan bahwa :

Perlakuan pemotongan bibit anakan berpengaruh nyata sampai berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakanpada umur 15, 30, 45, 60 dan 75 hari.setelah tanam, serta berat segar tanaman pada umur 75 hari setelah tanam. Berat segar per tanaman yang paling tinggi dihasilkan pada perlakuan dipotong 2/3 bagian dari ujung tanaman (p2), yaitu 62,98 g, sedangkan  yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pemotongan pada bibit (p0), yaitu 49,54 g.

Perlakuan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata sampai berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 60 dan 75 hari setelah tanam, jumlah daun pada umur 75 hari setelah tanam, jumlah anakan pada umur 30, 45, 60, dan 75 hari setelah tanam serta pada berat segar tanaman, tetapiberpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 15, 30 dan 45 hari setelah tanam, jumlah daun pada umur 15, 30, 45, dan 60 hari setelah tannam, dan jumlah anakan pada umur 15 hari setelah tanam. Berat segar tanaman yang paling tinggi dihasilkan pada perlakuan 100 g polibag-1 (k2), yaitu 71,06 g, sedangkan  yang paling rendah dihasilkan pada perlakuan tanpa pupuk kandang sapi (k0), yaitu 46,53 g.

Interaksi antara perlakuan pemotongan bibit anakan dengan perlakuan pupuk kandang sapi berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan.


Keywords


pemotongan bibit, pupuk kandang, daun bawang, Sistem Verticulture

Full Text:

PDF DOC

References


Cahyono, B.2011. Seri Budidaya Bawang Daun. Kanisius, Yogyakarta.

Jumin, H.B. 2010. Dasar-dasar Agronomi. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Lingga, P. Dan Marsono. 2002. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta.

Mulyani Sutejo, M dan A.G.. Kartasapoetra. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan.

Rineka Cipta, Jakarta.

Musnamar, E.I. 2003. Pupuk Organik Padat. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sanusi, B. 2010. Sukses Bertanam Sayuran di Lahan Sempit. Agromedia, Bogor.

Sarief, E.S. 1985. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana Bandung.

Steel.R.G.D. dan J.H. Torrie. 1991. Principle and Procedures of Statistic. (Terjemahan Bambang Sumantri). Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.31293/af.v15i2.2080

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 AGRIFOR

Agrifor ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960

Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.