Analisis Finansial Usaha Pembibitan Kelapa Sawit (Elaeis guinensis Jacq) pada Tingkat Petani di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur

Muchsin dan Abdul Kholik Hidayah

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis kelayakan, mengetahui layak tidaknya usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara; (2)  Untuk mengetahui pendapatan yang diterima dan biaya yang dikeluarkan pembibitan kelapa sawit  di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.

Objek penelitian ini adalah petani penangkar bibit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, khususnya menyangkut pengelolaan, biaya produksi, produksi dan pendapatannya serta permasalahan yang ada.

Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan efektif, dimulai bulan Desember 2013 sampai dengan bulan Februari 2014, dengan metode sensus kelompok tani penangkar bibit kelapa sawit di Desa Badak Mekar, dimana semua bibit tanaman sebanyak 99.000 bibit sebagai obyek penelitian yang terdapat di pembibitan yang terdapat di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.

Analisis kelayakan finansial pada usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak  Usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar  menguntungkan, besarnya Rp. 1.644.685.000,00.

Usaha tani pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar  layak diusahakan. B/C rasio yang diperoleh sebesar 2,661, produktivitas produksi  lebih besar  BEP produksi yaitu 99.000 bibit > 38.086 bibit dan harga yang diterima oleh pemilik persemaian lebih besar dari BEP harga yaitu Rp.27.000,00 > Rp.10.387,00.

Selain manfaat ekonomi pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak juga memberikan manfaat sosial berupa pemberdayaan masyarakat sekitar pembibitan seperti tenaga kerja harian, borongan, bulanan, dan nilai sisa hasil pembibitan yang masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Berdasarkan hasil-hasil tersebut, maka saran yang dapat diberikan adalah pihak pengelola pembibitan sebaiknya memperhatikan pengaruh inflasi dalam mengusahakan pembibitan kelapa sawit agar supaya nilai cashflow yang dihitung akan lebih mendekati nilai yang sebenarnya, pihak pengelola pembibitan kelapa sawit sebaiknya meningkatkan efisiensi baik untuk sarana produksi dan tenaga kerja untuk meningkatkan pendapatan, dan pihak pengelola pembibitan selain meluaskan usahanya diharapkan selain membuka lapangan pekerjaan, perlu dikaji ulang jumlah tenaga kerja harian dan bulanan yang disesuaikan produk bibit yang dihasilkan.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis kelayakan, mengetahui layak tidaknya usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara; (2)  Untuk mengetahui pendapatan yang diterima dan biaya yang dikeluarkan pembibitan kelapa sawit  di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.

Objek penelitian ini adalah petani penangkar bibit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, khususnya menyangkut pengelolaan, biaya produksi, produksi dan pendapatannya serta permasalahan yang ada.

Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan efektif, dimulai bulan Desember 2013 sampai dengan bulan Februari 2014, dengan metode sensus kelompok tani penangkar bibit kelapa sawit di Desa Badak Mekar, dimana semua bibit tanaman sebanyak 99.000 bibit sebagai obyek penelitian yang terdapat di pembibitan yang terdapat di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara.

Analisis kelayakan finansial pada usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak  Usaha pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar  menguntungkan, besarnya Rp. 1.644.685.000,00.

Usaha tani pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar  layak diusahakan. B/C rasio yang diperoleh sebesar 2,661, produktivitas produksi  lebih besar  BEP produksi yaitu 99.000 bibit > 38.086 bibit dan harga yang diterima oleh pemilik persemaian lebih besar dari BEP harga yaitu Rp.27.000,00 > Rp.10.387,00.

Selain manfaat ekonomi pembibitan kelapa sawit di Desa Badak Mekar Kecamatan Muara Badak juga memberikan manfaat sosial berupa pemberdayaan masyarakat sekitar pembibitan seperti tenaga kerja harian, borongan, bulanan, dan nilai sisa hasil pembibitan yang masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Berdasarkan hasil-hasil tersebut, maka saran yang dapat diberikan adalah pihak pengelola pembibitan sebaiknya memperhatikan pengaruh inflasi dalam mengusahakan pembibitan kelapa sawit agar supaya nilai cashflow yang dihitung akan lebih mendekati nilai yang sebenarnya, pihak pengelola pembibitan kelapa sawit sebaiknya meningkatkan efisiensi baik untuk sarana produksi dan tenaga kerja untuk meningkatkan pendapatan, dan pihak pengelola pembibitan selain meluaskan usahanya diharapkan selain membuka lapangan pekerjaan, perlu dikaji ulang jumlah tenaga kerja harian dan bulanan yang disesuaikan produk bibit yang dihasilkan.


Keywords


Analisis finansial, pembibitan kelapa sawit

Full Text:

PDF DOC

References


Hidayah, A.K. 1998. Diktat Kuliah Pengantar Evaluasi Proyek, Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Samarinda.

Ishak, A.F. 2003. Paradigma Hutan Lestari Dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal. Indo Media Jakarta.

Mubyarto, 1994. Pengantar Ekonomi Pertanian.Pustaka LP3SE. Jakarta.

Nitisemito dan Burhan, 1991. Wawasan Studi Kelayakan dan Evaluasi Proyek. PT Bumi Aksara. Jakarta.

Nugroho, Y. 2008. Kelayakan Usaha Pembibitan Pre-Nursery Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) pada PT Socfin Indonesia (Socfindo) Medan, Sumatera Utara.

Singarimbun. 1987. Metode Penelitian Survai. LP3 ES Yogyakarta. Yogyakarta.

Soekartawi, 2002. Analisis Usaha Tani, UI-Press, Jakarta.

Sutrisno, L. dan R. Winahyu. 1991. Kelapa Sawit. Kajian Sosial dan Ekonomi. Aditya Media, Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Agrifor (Budidaya Agronomi dan Kehutanan) ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960