RIAP TANAMAN ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn) DI KHDTK SAMBOJAKECAMATAN SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Iman Suharja dan jumani

Abstract


Riap Tanaman Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn) Di KHDTK Samboja Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur.

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui riap diameter, tinggi dan volume tanaman jenis ulin (Eusideroxylon zwagery)

Penelitian ini dilaksanakan di kawasan hutan Samboja yang termasuk dalam kawasan KHDTK Samboja Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kertanegara Provinsi Kalimantan Timur.  Pengolahan data riap diameter tanaman Ulin (Eusideroxylon zwageri) masing-masing dihitung berdasarkan hasil pengukuran diameter tanaman dibagi dengan umur tanaman pada waktu pengukuran dilakukan.

Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata diameter, tinggi dan volume tanaman jenis ulin pada jalur 1 s.d 13 saat tanaman berumur 10 (sepuluh) tahun masing-masing sebesar 2,90 cm, 348 cm dan 0,25 cm3.  Rata-rata riap diameter, tinggi dan volume tanaman jenis ulin pada Jalur 1 s.d 13 saat tanaman berumur 10 (sepuluh) tahun masing-masing sebesar 0,29 cm/tanaman/tahun, 34,57cm/tanaman/tahun dan 0,00024cm3/ tanaman/tahun.

Beberapa saran yang dapat disampaikan adalah perlunya untuk melanjutkan penelitian ini pada kelas umur tanaman selanjutnya.  Perlu adanya penelitian tentang hama dan penyakit tanaman terutama hama dan penyakit tanaman jenis ulin karena dikhawatirkan dapat mengganggu atau menghambat pertumbuhan/riap jenis tanaman ini.


Keywords


riap diameter, riap tinggi dan Eusideroxylon zwageri.

Full Text:

PDF DOC

References


Abdurachman. 2005. Pertumbuhan Diameter Jenis Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn) di Hutan Alam Labanan, Kab. Berau Kalimantan Timur. Politeknik Pertanian Negeri. Buletin Loupe. No. V/06/2005.Samarinda.

Abduracman dan A. Saridan. 2006. Potensi Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn) di Hutan Alam Labanan, Kabupaten Berau Kalimantan Timur.Prosiding Seminar Bersama Hasil-Hasil Penelitian 3 UPT Badan Litbang Kehutanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor. Hal. 225 – 237.

Abduracman. 2009. Pertumbuhan Tanaman Kapur (Dryobalanops lanceolata) di KHDTK Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Info Teknis Dipterocarpa. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa. Samarinda. 3 (1): 19-25.

Abduracman. 2012. Tanaman Ulin (Eusideroxylon zwageri T. & B) Pada Umur 8,5 Tahun di Arboretum Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Samarinda. Info Teknis Dipterocarpa. 5 (1): 25-33.

Dipodiningrat. 1990. Manajemen Hutan, Organisasi Dan Tata Laksana Pengusahaan. Yayasan Pembinaan Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Istomo, S. Wilarso, dan H.A. Hidayat. 2010. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik M-Dext Terhadap Pertumbuhan Tanaman Palahlar (Dipterocarpus spp.) di Wilayah Perum Perhutanan BKPH Jasinga, KPH Bogor. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. 7 (1): 35-46.

Kiswanto. 2010. Riap Diameter dan Tinggi Permudaan Alami dan Tanaman Meranti Tembaga (Shorea leprosula Miq.) Pada Sistem TPTII. Jurnal Penelitian Dipterokarpa. Vol. 4 : 1. Hal.1 – 10. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa. Samarinda.

Noorhidayah dan K. Sidiyasa. 2006. Konservasi ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn.) dan pemanfaatannya sebagai Tumbuhan obat. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor. 3 (2):123-130.

Nurhayati, L. Suastati dan C.B. Wiati. 2006. Kondisi Tata Niaga Ulin di Kalimantan Timur. Prosiding Seminar Bersama Hasil-Hasil Penelitian 3 UPT Badan Litbang Kehutanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor. Hal. 59 – 77.

Omon, R.M. 2010.Kriteria dan Indikator Mutu Bibit Terhadap Persen Hidup dan Pertumbuhan Tiga Jenis Meranti Merah di Areal HPH PT. Sari Bumi Kusuma, Kalimantan Tengah. Jurnal Penelitian Dipterokarpa. 4 (1): 49-60.

Ruchaemi, A. 1994. Bahan Kuliah Analisa Pertumbuhan dan Hasil. Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Tidak diterbitkan.

Sidiyasa, K. dan N. Juliaty. 2003. Pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binn.) dengan berbagai aspeknya. Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Kalimantan. Samarinda. 2003.

Siran, A.S., N. Juliaty dan B. Arti. 2004. Proseding ekspose hasil-hasil penelitian Balai Litbang Kehutanan Kalimantan. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Balai Litbang Kehutanan Kalimantan. Samarinda.

Soekotjo. 1976. Silvikultur. Proyek Peningkatan Pengembangan Perguruan Tinggi Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Supriyadi, R.A. 1997. Pengaruh Intensitas pembebasan terhadap pertumbuhan Tingkat Pancang Ulin (Eusideroxylon zwagery Teijsm.& Binn) dan Meranti (Shorea spp.) di Areal Hutan Pendidikan Bukit Soeharto. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945.Samarinda.

Suyana, A. dan Abdurachman.2008. Pertumbuhan Tanaman Shorea leprosula Miq.Di PT. Inhutani I Long Nah, Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Dipterokarpa. 2 (1): 25-35.




DOI: https://doi.org/10.31293/af.v16i1.2589

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 AGRIFOR

Agrifor ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960

Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.