INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN YANG BERKHASIAT SEBAGAI OBAT PADA PLOT KONSERVASI TUMBUHAN OBAT DI KHDTK SAMBOJA KECAMATAN SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Yusub Wibisono dan Zikri Azham

Abstract


Inventarisasi Jenis Tumbuhan Yang Berpotensi Sebagai Obat pada Plot Konservasi Tumbuhan Obat di KHDTK Samboja Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman dan potensi tumbuhan berkhasiat obat.

Penelitian ini dilaksanakan di Plot Konservasi Tumbuhan Obat yang berada dalam Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja. 

Metode yang digunakan adalah metode teknik sampling kuadrat dengan plot tunggal dan sub plot yang disusun secara sitematis. Penentuan plot menggunakan purposive sampling dan dipilih berdasarkan pengamatan dari informasi bahwa lokasi tersebut terdapat jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat. Ukuran plot pengamatan 100 x 100 m, dengan 25 sub plot. Masing-masing sub plot berukuran 20 x 20 m untuk pengamatan tumbuhan tingkat pohon, 10 x 10 m untuk pengamatan tumbuhan tingkat tiang, 5 x 5 m untuk pengamatan tumbuhan tingkat pancang dan 2 x 2 m untuk pengamatan tumbuhan tingkat semai dan tumbuhan bawah. Inventarisasi seluruh jenis tumbuhan dilakukan di dalam plot pengamatan kemudian data tumbuhan yang didapatkan dikelompokkan berdasarkan  kelompok tingkatan tumbuhan dan termasuk dalam kelompok tumbuhan berkhasiat obat atau tidak. Data yang didapat kemudian dianalisis untuk menentukan Nilai Penting Jenis untuk kelompok tumbuhan tingkat pohon, tiang dan pancang serta nilai SDR3 untuk kelompok tumbuhan tingkat semai dan tumbuhan bawah.

Pada plot pengamatan ditemukan jenis tumbuhan berkhasiat obat sebanyak 37 jenis dengan komposisi vegetasi menunjukkan bahwa jenis tumbuhan dengan habitus pohon lebih banyak yaitu 12 jenis, liana 9 jenis , perdu 8 jenis, herba 5 jenis dan paku-pakuan 3 jenis.

Jenis tumbuhan berkhasiat obat yang memiliki NPJ terbesar adalah jenis Macaranga gigantea (20,01), Fordia splendidissima (14,85), Cananga odorata (14,66), Peronema canescens (11,85) Ficus variegata (11,16) dan yang memiliki SDR3 terbesar adalah jenis Clidemia hirta (75,78), Ligodium circinatum (63,70), Fordia splendidissima (62,31), Leea indica (56,45), Bauhinia tomentosa (45,09).


Keywords


inventarisasi, tumbuhan obat, dan konservasi

Full Text:

PDF DOC

References


Dewi, S.J.T., Z. Nisa’, Y. Kabangnga’, Boiga dan Rahmah. 2007. Tumbuhan Berkhasiat Obat Taman Nasioanal Kutai. Balai Taman Nasional Kutai. Bontang.

Elianah, T. 2005. Analisis Vegetasi Gulma Pada Tanaman Lada (Piper nigrum L.) di Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara, Skripsi Sarjana Pertanian Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Samarinda.

Endayani, S. 2003. Pengamatan Pohon Inang Pteridophyta di Kebun Raya Unmul Samarinda. Jurnal agrifor Ilmu Pertanian dan Kehutanan. Samarinda.

Gembong, T. 1981. Taksonmi Tumbuhan (Taksonmi Khusus). Penerbit Bharata Karya Aksara. Jakarta.

Kabangnga, Y., E. Purwanto, A. Sugiharta. 2012. Tumbuhan Obat Taman Nasional Kutai (Edisi Perdu). Balai Taman Nasional Kutai. Bontang.

Noorcahyati. 2012. Konservasi Eks Situ Tumbuhan Hutan Berkhasiat Obat Di KHDTK Samboja. Majalah Swara Samboja. Vol. I/no.03/2012. Samboja. Hal. 02-05.

Noya, J. 2013. Tumbuhan Obat Di Hutan Taman Wisata Alam Gunung Meja Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Skripsi Sarjana Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Negeri Papua. Manokwari.

Richrads, P.W. 1964. Tropical Rain Forest An.Ecological Study. Cambrige University Press Company. New York.

Siti, S.T. dkk. 1984. Botani umum 3. Penerbit Angkasa Bandung. Bandung.

Yadi H. 2005. Studi Keanekaragaman Tumbuhan Paku-Pakuan di lantai Hutan Kebun Raya Unmul Samarinda. Skripsi Sarjana Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Samarinda.

Yesse, R. 2011. Keanekaragaman Jenis Tumbuhan yang Berpotensi Sebagai Obat Di Kawasan Hutan Lindung Gunung Naning Desa Meragun Kecamatan Nanga Taman Kabupaten Sekadau. Skripsi Sarjana Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura. Pontianak.

Zuhud, EAM. dan A. Hikmat. 2009. Hutan Tropika Indonesia Sebagai Gudang Obat Bahan Alam Bagi Kesehatan Mandiri Bangsa. Bunga Rampai Biofarmaka Kehutanan Indonesia dari Tumbuhan Hutan untuk Keunggulan Bangsa dan Negara. Pusat Litbang Hutan Tanaman. Bogor. Hal. 17-27.

Zuraida, A. Lelana dan H.S. Nuroniah. 2009. Perkembangan Biofarmaka Kehutanan. Bunga Rampai Biofarmaka Kehutanan Indonesia dari Tumbuhan Hutan untuk Keunggulan Bangsa dan Negara. Pusat Litbang Hutan Tanaman. Bogor. Hal. 3-13.




DOI: https://doi.org/10.31293/af.v16i1.2599

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 AGRIFOR

Agrifor ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960

Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.