KAJIAN PERTUMBUHAN RESTORASI MANGROVE PADA KAWASAN TAMAN NASIONAL KUTAI KALIMANTAN TIMUR

Asnaenie Asnaenie, Abubakar M. Lahjie, B.D.A.S. Simarangkir, Yosep Ruslim

Abstract


Penelitian ini dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui laju tingkat pertumbuhan tanaman pada lahan restorasi mangrove di TNK, Mengetahui hubungan kualitas lahan restorasi dengan laju pertumbuhan tanaman pada lahan restorasi mangrove di TNK, Mengetahui faktor tempat tumbuh yang berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan. Lokasi penelitian terdiri atas 4 (empat) Stasiun Pengamatan yakni Stasiun Pengamatan I dan II berada di Kota Bontang dan Stasiun Pengamatan III dan IV berada di Desa Sangkima Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini merupakan kombinasi antara penelitian menerangkan (explanatori research) dan penelitian deskriptif (deskriptif research). Penelitian yang bersifat menerangkan adalah penelitian yang menyangkut pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Pemilihan lahan restorasi sebaiknya di sesuaikan dengan jenis yang sesuai dengan tempat tumbuh. Laju bertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh pemilihan tempat tumbuh dan terlindung dari kuat arus. Dari hasil penelitian di beberapa stasiun, kegiatan restorasi yang di lakukan di TNK sebagian tidak sesui dengan jenis tempat tumbuh tanaman

Keywords


Pertumbuhan, restorasi, Mangrove

Full Text:

DOC PDF

References


Anonim 2005. Modul Pendidikan Lingkungan. Departemen Kehutanan. Jakarta

Anonim, 1995. Mengenal Taman Nasional Kutai. Departemen Kehutanan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam Balai Taman Nasional Kutai. Bontang.

Bratawinata, A.A. 2012. Ekologi Hutan Pesisir. Laboratorium Dendrologi dan Ekologi Hutan. Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda.

Bengen D. G. 2004. Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Bengen 2000. Mangrove surga yang terkoyak. Trubus 31.

Bengen D. G 1999. Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekonomi Mangrove. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor

Duke, N. 1996. Mangrove reforestation in Panama: an evaluation of planting areas deforested by a large oil spill. In: Field C. (ed.) Restoration of Mangrove Ecosystems. Okinawa: International Tropical Timber Organization and International Society for Mangrove Ecosystems.

FAO. 2003. Mangrove: distribution and extent. http://www.fao.org/forestry/ site/3642/en/

Kusmana C. 2009. Pengelolaan Ekosistem mangrove secara terpadu. Diakses dari: http//cecep_kusmana.staff.ipb.ac.id/ files/2011/ 01/ 2009-Pengelolaan-Sistemmangrove-secara-terpadu.pdf [10] Kusmana et al 2005. Teknik Rehabilitasi Mangrove. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Ningsih, S.S 2008. Inventarisasi Mangrove sebagai bagian dari upaya pengelolaan wilayah pesisir di kabupaten Deli Serdang. Tesis Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Medan.

Primack, R.B., J. Supriatna, M. Indrawan& P.Kramadibrata. 1998. Biologi Konservasi. Yayasan Obor. Jakarta

Rahim. 2016. Struktur dan Komposisi mangrove dan Upaya pengelolaan wilayah pesisir di kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur. Tesis Program Pascasarjana Universitas Mulawarman. Samarinda.

Setyawan, A.D., Kusumo. W., Purin, C.P. 2004. Ekosistem mangrove di Jawa:2. Restorasi. Biodiversitas 5(2):105-118.

Soemartono, 2002. Kontribusi perguruan tinggi dalam rehabilitasi dan pengembangan hutan mangrove. Prosiding Workshop Rehabilitasi Mangrove Tingkat Nasional. Yogyakarta. 2002

Soemodihardjo, S., R. Ongkosono, & A. Abdullah. 1986. Diskusi Panel Daya guna dan Batas Lebar Jalur Hijau Hutan Mangrove. Panitian Program MAB Indonesia – LIPI. Proyek Penelitian Lingkungan Hidup. P17 - 22.

Soerianegara 1987. Makalah penentuan batas Lebar Jalur Hijau Hutan Mangrove. Prosiding Seminar III Hutan Mangrove . Proyek Penelitian Lingkungan Hidup LIPI. Jakarta.

Soemodihardjo, Ongkosono, dan Abdullah 1986.

Simarangkir. B.D.A.S. 2012. Pembangunan Hutan Tanaman Tropis Lestari. Kanisius. Yogyakarta.

Tom linson PB. 1986. The Botany of Mangroves. Cambridge University Press.Cambridge.

Undang-undang Nomor 41 tahun 1999. Tentang Kehutanan

Undang-Undang Nomor 19 tahun 2004




DOI: https://doi.org/10.31293/af.v18i2.4341

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Agrifor (Budidaya Agronomi dan Kehutanan) ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960