POLA SEBARAN ALAMI ANGGREK (Orchidaceae) DI CAGAR ALAM PADANG LUWAY KABUPATEN KUTAI BARAT

Fitriany M, Muhammad Sumaryono, Ali Suhardiman

Abstract


Cagar  Alam Padang Luway merupakan salah satu habitat anggrek (Orchidaceae)  di Kalimantan Timur. Untuk melakukan kegiatan pelestarian diperlukan data dan informasi dasar tentang faktor–faktor ekologi spesies anggrek yang ada serta pola penyebarannya sehingga dapat menjadi dasar pertimbangan dalam pengelolaannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran Anggrek dan komposisi spesies anggrek dengan menggunakan metode analisis vegetasi. Areal penelitian merupakan pulau-pulau anggrek yang terdapat di Cagar  Alam Padang Luway. Berdasarkan hasil penelitian berdasarkan Indeks Dispersi Morisita Anggrek rata-rata mengelompok dan Quadrat Analysis sebaran anggrek mengelompok. Sedangkan nilai INP tertinggi adalah Coelogyne pandurata Lind 47,675 yang paling rendah adalah Bulbophylum sp. 1,686 dan Dendrobium sp. 1,686. Sebaran jenis–jenis anggrek di Cagar Alam Padang Luway hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar pertimbangan dalam pengelolaan Cagar Alam Padang Luway dimasa yang akan datang

Keywords


Cagar Alam Padang Luway, Anggrek, Hutan Kerangas dan Analisis Vegetasi

Full Text:

DOC PDF

References


Anonim. 2013. Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Cagar Alam Padang Luway Periode 2014 - 2023. 2013. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kaltim. Samarinda.

Bauer, U., Holger F.B., Walter F. 2008. Harmless nectar source or deadly trap: Nepenthes pitchers are activated by rain, condensation and nectar. Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences. 275(1632): 259–65.

Bonham, C. D. (2013). Measurements for Terestrial Vegetation. Colorado: Willey-Black Well

Briggs, R. 2010. Point Pattern Analysis Using Spatial Inferential Statistics. Tersedia di https://www.utdallas.edu/~briggs/henan/7pointPat.ppt. 17 Februari 2017. Diakses pada 10 November 2017

Bruenig EF. 2017. Conservation and Management of Tropical Rain Forest: An Integrated Approached to Sustainability. Hamburg (DE): CABI.

Budiman, Fidelis K., Sumarso. 2016. Diversitas dan Karakter Kulit Batang Pohon Inang Anggrek Hitam (Coelogyn pandurata Lind.) di Kawasan Cagar Alam Kersik Luway. Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari (J-PAL). Vol 7. No. 1. Hal; 11 – 14

Febriliani, S. N. M., Muslimin. 2013. Analisis Vegatasi Habitat Anggrek Di sekitar Danau Tambing Kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Warta Rimba, I.

Gradstein, S. R., H. Culmsee, 2010. Bryophyte Diversity On Tree Trunks in Montane Forest of Central Sulawesi, Indonesia. Tropical Bryology.

Halim, S. 2010. Analisis Ekologidan Bentuk Sebaran Spasial Populasi Anggrek Hitam (Coelegyne pandurata Lindl.) Di Cagar Alam Padang Luway Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Tesis Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor 80 halaman.

Handini, A. S., Sukma D., Sudarsono., 2016. Analisis Keragaman Morfologi dan Biokimia pada Anggrek Phalaenopsis (Orchidaceae). Jurnal Agron Indonesia. Vol. 44 No. 1. Hal : 62 – 67.

Hartini, S. 2007. Keragaman Flora dari Monumen Alam Kersik Luway, Kalimantan Timur. Jurnal Biodiversitas. Vol. 8 No. 1. Hal 67 - 72

Iswanto, H. 2002. Petunjuk Perawatan Anggrek. Jakarta Agromedia Pustaka.

Kissinger. 2007. Kemampuan dan pola tangkap kantong semar (Nepenthes sp.) terhadap jenis-jenis serangga pada hutan kerangas. Jurnal Hutan Tropis Borneo. 8 (20): 17-21.

Krebs, C.J. 1989. Ecological Methodology. Harper Collins Publisher, Inc. New York.

Merbach, M.A., Georg Z., Brigitte F., Dennis M., Webber E.B., Ulrich M. 2007. Why a carnivorous plant cooperates with an ant-selective defense against pitcher-destroying weevils in the myrmecophetic pitcher plant Nepenthes bicalcarata Hook F. Ecotropica. 13: 45–56.

WWF. 2018. Sundaland Heath Forests. Tersedia pada: https://www.worldwildlife.org/ecoregons/im0161. Diakses pada 14 Juni 2019




DOI: https://doi.org/10.31293/af.v18i2.4345

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Agrifor (Budidaya Agronomi dan Kehutanan) ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960