PENGARUH PUPUK SP-36 DAN PUPUK BIO-URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG HIJAU (Solanum melongena L.) VARIETAS ARYA HIJAU

Amanda Oktaviani

Abstract


Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk sp-36 dan pupuk bio-urine sapi serta interaksinya terhadap pertumbuhan  dan hasil tanaman terong hijau, serta untuk mengetahui dosis pupuk sp-36 dan pupuk bio urine sapi yang tepat untuk menghasilkan tanaman terong yang bagus.

Penelitian menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL), dalam percobaan factorial 4x4, dengan 4 ulangan. Terdiri atas 2 faktor perlakuan. Factor I adalah pupuk SP-36 (S), terdiri atas 4 taraf. Faktor II adalah pupuk bio-urine sapi (B), terdiri atas 4 taraf

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk SP-36 (S) sangat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15, 30 dah 45 hari setelah tanam, umur saat berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman, dan berat buah per tanaman. Berat buah terong tertinggi terdapat pada perlakuan s3 pupuk SP-36, yaitu 1,81 kg/tanaman, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan s0, yaitu 1,52 kg/tanaman.

Perlakuan pupuk SP-36 (S) sangat berpengaruh nyata terhadap tinggi  tanaman umur 15, 30 dah 45 hari setelah tanam, umur saat berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman, dan berat buah per tanaman. Berat buah terong tertinggi terdapat pada perlakuan s3 (SP-36), yaitu 1,81 kg/tanaman, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan s0, yaitu 1,58 kg/tanaman.

Perlakuan pupuk bio-urine sapi (B) sangat berpengaruh nyata terhadap tinggi  tanaman umur 15, 30 dah 45 hari setelah tanam, umur saat berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman, dan berat buah per tanaman. Berat buah terong tertinggi terdapat pada perlakuan b3 (bio-urine sapi), yaitu 2,04 kg/tanaman, sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan b0, yaitu 1,14 kg/tanaman.

Interaksi perlakuan (SxB) sangat berpengaruh nyata terhadap tinggi  tanaman umur 15, 30 dah 45 hari setelah tanam, umur saat berbunga, umur panen, jumlah buah pertanaman, dan berat buah per tanaman.


Keywords


Pertumbuhan, Pupuk Bio-Uirine, Pupuk SP-36, Terong hijau

Full Text:

PDF

References


Affandi, (2008). Pemanfaatan Urine Sapi yang Difermentasi sebagai Nutrisi Tanaman. Yogyakarta: Andi Offset.

Budiana, I. G. E., Jumani., Biantary, M.P. (2017). Evaluation of Soil Revegetation Success Rate Ex-Pit Coal Mine in Kitadin site Embalut Kutai in East Kalimantan. Agrifor, 16(2), 195-208.

Iritani, Galuh. (2012). Vegetable Gardening : Menanam Sayuran di Pekarangan Rumah. Yogyakarta: Indonesia Tera.

Hadisuwito, S. (2012). Membuat Pupuk Organik Cair. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Hendri, M., Napitupulu, M., & Sujalu, A. P. (2015). Pengaruh pupuk kandang sapi dan pupuk NPK Mutiara terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu (Solanum melongena L.). Agrifor, 14(2), 213-220.

Munawar, A. (2011). Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman. Bogor: IPB Press.

Pramana, D. B. (2013). Pertumbuhan Tanaman Gaharu (Aquilaria sp.) di Desa Giri Agung Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Agrifor, 11(2), 110-114.

Rahayu, Murni .S dan Nurhayati. (2005). Penggunaan EM4 Dalam Pengomposan Limbah Teh Padat. Medan: Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatra Utara.

Raksun, A., & Mertha, I. G. (2018). Pengaruh Bokashi Terhadap Produksi Terong Ungu (Solanum melongena L.). Jurnal Biologi Tropis, 18(1), 21-26.

Safei, M., Rahmi, A., & Jannah, N. (2014). Pengaruh Jenis Dan Dosis Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) varietas Mustang F-1. Agrifor, 13(1), 59-66.

Setiawan, B.S. (2010). Membuat Pupuk Kandang Secara Tepat, Depok: Penebar Swadaya,

Yitnosumarto, S. (1993). Percobaan, Perancangan, Analisis dan Interpretasinya. Jakarta: Gramedia.

Yuanita, V. R., Kurniastuti, T., & Puspitorini, P. (2016). Respon Pupuk Kandang Kambing Dan Pupuk Npk Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terung Hijau (Solanum melongena L.). VIABEL: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian, 10(1), 53-62.




DOI: https://doi.org/10.31293/af.v19i2.4631

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 AGRIFOR

Agrifor ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960

Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.