Pengaruh Jarak Tanam pada Sistem Tanam Jajar Legowo terhadap Produktivitas Padi Varietas Inpari 32

Ina Martina, Asep Pebriandi

Abstract


Salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas padi yaitu penerapan teknologi budidaya dengan pengaturan populasi tanaman melalui pengaturan jarak tanam dan sistem tanam jajar legowo. Tujuan dari peneltian adalah untuk mengetahui produktivitas varietas Inpari 32 menggunakan sistem jajar legowo 2:1 dengan perlakuan jarak tanam yang berbeda. Pengkajian dilaksanakan pada lahan sawah KP Samboja, Desa Bukit Raya, Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai Kartangera Kalimantan Timur pada bulan Juli-Oktober 2019. Pengkajian terdiri atas 2 perlakuan jarak tanam sistem tanam jajar legowo 2:1, yaitu 20 x 10 x 40 cm dan 20 x 10 x 50 cm, masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Analisis data untuk membandingkan antara 2 perlakuan jarak tanam jajar legowo 2:1 menggunakan uji t berpasangan. Hasil pengkajian menunjukkan perlakuan jarak tanam (25 x 12,5 x 50 cm) pada karekter tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah berisi per malai serta hasil memiliki nilai rerata yang lebih tinggi dan nyata dibandingkan denga perlakuan jarak tanam (20 x 10 x 40 cm).

Keywords


Inpari 32, Jajar legowo,Jarak tanam, Produktivitas

Full Text:

PDF

References


Abdulrachman, S., Mejaya, M.J., Agustiani,N., Guanawan, I., Sasmita, P., dan Guswara. (2013). Sistem Tanam Legowo. Badang Penelitian dan Pegembangan Pertanian.

Danuri, Radian, dan Nurjani. (2017). Pengaruh Jarak Tanam dan Jumlah Bibit terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Di Lahan Sawah Tadah Hujan. Agrovigor. 10 (2): 121-127.

Endrizal dan Bobihoe J. (2007). Pengujian Beberapa Galur Unggulan Padi Dataran Tinggi di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Jambi.

Hamdani, K.K., dan Murtiani, S. (2014). Aplikasi sistem tanam jajar legowo untuk meningkatkan Produktivitas padi sawah. Agros. 16 (92) : 285-291.

Ikhwani, Pratiwi, G.R., Paturrohman, E., dan Makarim. A.K. (2013). Peningkatan Produktivitas Padi Melalui Penerapan Jarak Tanam Jajar Legowo. Iptek Tanaman Pangan. 8 (2): 72-79.

IRRI. (2003). Standard Evaluation System for Rice (SES). International Rice Research Institute. Los Banos

Kartika, N., Wibowo, B.P., dan Widyastuti, Y. (2016). Korelasi dan Sidik Lintas Karakter Agronomi Padi Hibrida. JIPI. 21 (2): 76-83.

Makarim.,K.A dan Suhartatik.,E dan. (2009). Morfologi dan Fisiologi Tanaman Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman padi. 295-330.

Muliarta, Sudantha I. M., Bambang B. S. (2012). Daya Hasil dan Penampilan Fenotifik Karakter Kuantitatif Galur-Galur F2BC4 Padi Gogo Beras Merah. Prosiding InSINas.

Sari, D.N., Sumardi, dan Suprijono. (2014). Pengujian Berbagai Tipe Tanam Jajar Legowo terhadap Hasil Padi Sawah. Akta Agrosia. 17 (2): 115-124.

Sembiring, H. (2008). Kebijakan penelitian dan rangkuman hasil penelitian BB Padi dalam mendukung peningkatan produksi beras nasional. Dalam: Prosiding Seminar Apresiasi Hasil Penelitian Padi Menunjang P2BN. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Hal 39-59.

Subekti, P. (2011). Adaptasi Lima Puluh Genotipe Padi Gogo pada Tiga Lingkungan Kemasaman Tanah Ultisol. Widyariset. 14 (2) : 286-294.

Suhendrata, T. (2017). Pengaruh Jarak Tanam Pada Sistem Tanam Jajar Legowo Terhadap Pertumbuhan, Produktivitas Dan Pendapatan Petani Padi Sawah Di Kabupaten Sragen Jawa Tengah. SEPA. 13 (2) : 118-194.

Yoshida S. (1981). Dasar-Dasar Pengetahuan Tentang Tanaman Padi. (Terjemahan dari “Fundamental Rice”). IRRI. Los Banos, Laguna, Philippines.




DOI: https://doi.org/10.31293/af.v19i2.4668

Refbacks



Copyright (c) 2020 AGRIFOR

Agrifor ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960

Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.