PENGARUH PUPUK BIORGANIK DAN PUPUK BOOM FLOWER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongenaL) VARIETAS LAGUNA F1.

Rio Anggara, Abdul Fatah

Abstract


Tujuan penelitian  untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk Biorganik dan pupuk Boom Flower serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Terung, serta untuk mengetahui konsentrasi pupuk Biorganik dan pupuk Boom Flower yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Terung.

Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dalam percobaan faktorial 4 x 3, dengan 4 ulangan. Terdiri atas 2 faktor perlakuan. Faktor I adalah pupuk Biorganik (P), terdiri atas 4 taraf, yaitu : p0 =tanpa pupuk biorganik (kontrol), p1 = dosis pupuk biorganik25 g /polibag, p2 =dosis pupuk biorganik50 g/polibag, p3 =dosis pupuk biorganik75 g/polibag. Faktor II adalah pupuk Boom Flower (B), terdiri atas 3 taraf, yaitu : b0 =tanpa pupuk Boom Flower (kontrol), b1 = konsentrasi pupuk boom flower 2 ml liter air-1, b2 =konsentrasi suplemen boom flower 4 ml liter air-1

Perlakuan pupuk biorganik tidak berpengaruh nyata terhadap umur saat berbunga. Berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari, umur 30 hari dan umur 45 hari setelah tanam, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman. Berat buah per tanaman terberat terdapat pada perlakuan p3 (dosis pupuk 75 g/polibag), yaitu 3,31 kg/tanaman. Sedangkan berat buah teringan terdapat pada perlakuan p0 (tanpa pupuk biorganik), yaitu 1,84 kg/tanaman.

Perlakuan pupuk boom flower tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 30 hari dan umur 45 hari setelah tanam. Berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari setelah tanam dan jumlah buah per tanaman. Berpengaruh sangat nyata terhadap umur saat berbunga dan berat buah per tanaman. Berat buah per tanaman terberat terdapat pada perlakuan b2 (konsentrasi pupuk 4 ml liter air-1), yaitu 2,79 kg/tanaman. Sedangkan berat buah teringan terdapat pada perlakuan b0 (tanpa pupuk boom flower), yaitu 2,44 kg/tanaman.

Interaksi perlakuan pupuk biorganik dan pupuk boom flower tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 hari, umur 30 hari dan umur 45 hari setelah tanam, umur saat berbunga dan jumlah buah per tanaman. Berpengaruh nyata terhadap berat buah per tanaman.


Keywords


Pupuk biorganik, Pupuk boom flower, Pertumbuhan, tanaman terung

Full Text:

PDF

References


Agromedia, R. (2007). Petunjuk Pemupukan. Jakarta: Agromedia Pustaka.

BPS Kaltim. (2015). produksi-tanaman-sayur-sayuran-menurut-jenisnya-ton-tahun-2011-2015. Diakses 20 Desember 2017, dari https://kaltim.bps.go.id/statictable/2015/03/10/31

Budiana, I. G. E., Jumani., Biantary, M.P. (2017). Evaluation of Soil Revegetation Success Rate Ex-Pit Coal Mine in Kitadin site Embalut Kutai in East Kalimantan. Agrifor, 16(2), 195-208.

Budiman. (2008). Respon Pertumbuhan Tanaman Terung. JUPEMASI-PBIO.

Hendri, M., Napitupulu, M., & Sujalu, A. P. (2015). Pengaruh pupuk kandang sapi dan pupuk NPK Mutiara terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu (Solanum melongena L.). Agrifor, 14(2), 213-220.

Marsono dan Lingga, P. (2006). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Novizan. (2007). Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Pramana, D. B. (2013). Pertumbuhan Tanaman Gaharu (Aquilaria sp.) di Desa Giri Agung Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Agrifor, 11(2), 110-114.

Prastya, Y., & Puspitorini, P. (2017). Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Ungu (Solanum melongena L.). VIABEL: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian, 11(1), 23-34.

Rina, T., Marliah, A., & Anhar, A. (2019). Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Pada Berbagai Dosis Bahan Organik Dan Kombinasi Pupuk N, P dan K. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 4(1), 100-107.

Rukmana. (2006). Bertanam Terung. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Samadi. (2011). Budidaya Terung Hibrida. Yogyakarta: Kanisius.

Sarana Agri . (2016). Buku Manual Boom Flower. Jakarta: Bina Guna Kimia.

Sarief. (1989). Fisika-Kimia Tanah Pertanian. Bandung: Pustaka Buana.

Steel, R. G. D. dan J. H. Torrie. (1993). Prinsip dan Prosedur Statistika (Pendekatan Biometrik). Penerjemah B. Sumantri. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.




DOI: https://doi.org/10.31293/af.v19i2.4690

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 AGRIFOR

Agrifor ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960

Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.