PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS DAN PUPUK NPK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L) VARIETAS HARMONY

Wendelinus Sai Mali, Mairisi Napitupulu, Zuhdi Yahya

Abstract


Prospek pengembangan budidaya mentimun secara komersial yang dikelola secara agribisnis semakin cerah, karena pemasaran hasilnya tidak hanya dilakukan di dalam negeri (domestik), tetapi juga ke luar negeri (ekspor). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk kompos dan pupuk NPK Phonska serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun, danuntuk memperoleh dosis pupuk kompos dan pupuk NPK Phonska yang optimum untuk menghasilkan produksi yang maksimal.

Penelitian menggunakan analisis faktorial 3x4 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 kali ulangan. Faktor penelitian terdiri atas 2 faktor. Faktor I adalah Pupuk Kompos (K), terdiri atas 3 taraf, yaitu :tanpa pupuk kompos atau kontrol (k0), dosis pupuk kompos 10 ton/ha setara 400 g/tanaman (k1), dan dosis pupuk kompos 20 ton/ha setara 800 g/tanaman (k2).  Faktor II adalah Pupuk NPK Phonska (P), terdiri atas 4 taraf, yaitu : tanpa pupuk NPK Phonska atau kontrol (p0), dosis pupuk NPK Phonska 100 kg/ha setara 4 g/tanaman (p1), dosis pupuk NPK Phonska 200 kg/ha setara 8 g/tanaman (p2), dan dosis pupuk NPK Phonska 300 kg/ha setara 12 g/tanaman.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kompos tidak berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman umur 20 hari setelah tanam dan umur berbunga. Berpengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman.  Berpengaruh sangat nyata terhadap  panjang tanaman umur 40 hari setelah tanam, panjang buah, diameter buah dan produksi buah per tanaman.

Perlakuan pupuk NPK Phonska tidak berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman umur 20 hari dan umur 40 hari setelah tanam dan umur berbunga. Berpengaruh sangat nyata terhadap panjang buah, diameter buah, jumlah buah per tanaman dan produksi buah per tanaman.

Interaksi perlakuan antara pupuk kompos dan pupuk NPK Phonska tidak berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman umur 20 hari dan umur 40 hari setelah tanam, umur berbunga, diameter buah dan jumlah buah/tanaman.  Berpengaruh sangat nyata terhadap produksi buah/tanaman. Berat buah tertinggi terdapat pada perlakuan k2p3 (dosis pupuk kompos 20 ton/ha dan dosis pupuk NPK Phonska 300 kg/ha), yaitu 3,94 kg/tanaman, sedangkan berat buah terendah terdapat pada perlakuan k0p0 (tanpa pupuk kompos dan pupuk NPK Phonska atau kontrol), yaitu 2,54 kg/tanaman.


Keywords


Mentimun, Pertumbuhan, Pupuk Kompos, Pupuk NPK Phonska.

Full Text:

PDF

References


Dwijoseputro, D. (1978). Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta: Gramedia.

Gardner, F.P, Pearce R.B dan Mitchell R.L. (2008). Fisiologi Tanaman Budidaya. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Harahap, S. (2019). Pengaruh Pemberian Kompos dan Pupuk Organik Cair pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.). Graha Tani, 5(2), 739-745.

Hardjowigeno, S. (2010). Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.

Lidya, E., & Rahmi, A. (2019). Pengaruh Pupuk Kompos Dan Pupuk Organik Cair Nasa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Varietas Misano F1. AGRIFOR, 18(2), 231-240.

Lingga, P dan Marsono. (2009). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Novizan, (2007). Petunjuk Pemupukan Yang Efektif. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Rukmana, R. (2010). Budidaya Mentimun. Jakarta: Kanisius.

Samadi, B. (2006). Teknik Budidaya Mentimun Hibrida. Yogyakarta: Kanisius.

Sumpena, U. (2008). Budidaya Mentimun Intensif Dengan Mulsa Secara Tumpang Gilir. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sutanto, R. (2010). Dasar-Dasar Ilmu Tanah, Konsep dan Kenyataan. Yogyakarta: Kanisius.

Sutanto, R. (2012). Pertanian Organik Menuju Pertanian Alternatif dan Berkelanjutan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Sutedjo, M.M. (2008). Pupuk dan Cara Pemupukan. Jakarta: Rineka Cipta.

Wijaya, A. A., Lumbanraja, J., & Ginting, Y. C. (2015). Uji Efektivitas Pupuk Organonitrofos Dan Kombinasinya Dengan Pupuk Anorganik Terhadap Pertumbuhan, Serapan Hara Dan Produksi Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L.) Pada Musim Tanam Kedua Di Tanah Ultisol Gedung Meneng. Jurnal Agrotek Tropika, 3(3), 409-421.

Winarso, S. (2006). Kesuburan Tanah, Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah. Yogyakarta: Gava Media.

Yitnosumarto, S. (1993). Percobaan, Perancangan, Analisis dan Interpretasinya. Jakarta: Gramedia.




DOI: https://doi.org/10.31293/af.v19i2.4787

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 AGRIFOR

Agrifor ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960

Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.