ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KABUPATEN MAHAKAM HULU

Zulkarnain Zulkarnain, RM Nur Hartanto

Abstract


Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi lahan pertanian yang dapat ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan berdasarkan pendekatan kesesuaian lahan di Kabupaten Mahakam Ulu.

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi data-data spasial, yaitu peta topografi, peta penggunaan lahan, peta tanah, peta sistem lahan dan peta pola ruang (RTRW), serta data statistik yaitu data curah hujan.  Pengumpulan data kualitas dan karaketeristik lahan juga dilakukan secara langsung di lapangan untuk memvalidasi satuan unit yang dihasilkan pada proses sebelumnya. Analisis kesesuaian lahan dilakukan pada setiap peta satuan lahan.  Evaluasi kesesuaian lahan pada studi ini menggunakan metode kualitatif, yaitu menggunakan hukum minimum. Pada metode ini dilakukan pencocokkan (matching) antara kualitas lahan dan karakteristik lahan sebagai parameter dengan kritera kelas kesesuaian lahan yang telah disusun berdasarkan persyaratan penggunaan atau persyaratan tumbuh tanaman atau komoditi yang dievaluasi.  Hasil penelitian menunjukan bahwa lahan yang dapat dijadikan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan di Kabupaten Mahakam Ulu seluas 98.810 ha yang meliputi 11.879 ha lahan untuk pengembangan komoditi padi sawah dan 84.931 ha lahan untuk pengembangan komoditi padi ladang.


Keywords


Kesesuaian Lahan, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

Full Text:

PDF

References


Ariani, R., Haryati M. (2018). Sistem Alley Cropping: Analisis SWOT dan Strategi Implementasinya di Lahan Kering DAS Hulu. Jurnal Sumberdaya Lahan. 12(1)

Arsyad, S. (2006). Konservasi Tanah dan Air Edisi ke 2. Bogor: IPB Press.

Budiarta, IG. (2014). Analisis Kemampuan Lahan Untuk Arahan Penggunaan Lahan pada Lereng Timur Laut Gunung Agung Kabupaten Karangasem-Bali. Media Komunikasi Geografi. 15(1), 19-32.

Djaenudin, D. Marwan, H., Subaguo H., Hidayat A. (2003). Petunjuk Teknis Evaluasi Lahan untuk Komoditas Pertanian. Bogor: Balai Penelitian Tanah.

Hardjowigeno, S. Widiatmaka. (2001). Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tata Guna Lahan. Bogor: Fakultas Pertanian IPB.

Islami, T. Utomo, WH. 2006. Limpasan Permukaan dan Erosi Tanah Setelah Sepuluh Tahun Menggunakan Sistem Tanaman Lorong. Buana Sains .6(1), 51-58.

Janti, I.J. (2016). Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Guna Memperkokoh Ketahanan Pangan Wilayah (Studi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta). Jurnal Ketahanan Nasional. 22(1), 1-21.

Nugroho, P.S. (2000). Minimalisasi Lahan Kritis Melalui Pengelolaan Sumberdaya Lahan dan Konservasi Tanah dan Air Secara Terpadu. Jurnal Teknologi dan Lingkungan. 10 (10), 73-82.

Sitorus, R.P. (2004). Evaluasi Sumberdaya Lahan. Bandung: Tarsito.

Sitorus, R.P., Jalaluddin, M., Panuju, D.R. (2012). Analisis Kesesuaian dan Ketersediaan Lahan Serta Arahan Pengembangan Komoditas Pertanian di Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau. J. Tanah Lingk. 14(2), 45-55.

Sulistyono, E., Suwarno, Lubis, I., Triwidiyati. (2012). Pengaruh Umur Tanaman dan Lama Banjir Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Galur-Galur Padi Sawah. J. Agrivor. 5(2), 133-135.

Wijanarko, A., Taufik, A. (2004). Pengelolaan Kesuburan Lahan Kering Masam untuk Tanaman Kedelai. Bul. Palawija. No. 7 & 8: 39–50.




DOI: https://doi.org/10.31293/af.v19i2.4809

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 AGRIFOR

Agrifor ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960

Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.