PENGENDALIAN HAMA PENTING TANAMAN PADI MENGGUNAKAN JAMUR Beauveria bassiana Bals

Sopialena Sopialena, Abdul Sahid, Nike Stella Trifena Rugian

Abstract


Jamur entomopatogen Beauveria bassiana Bals sangat potensial mengendalikan berbagai serangga hama, penelitian ini dilakukan untuk pengendalian  hama penting  tanaman  padi dengan menggunakan jamur Beauveria bassiana Bals di Desa Sebuntal Kecamatan Marang Kayu Kabupaten Kutai Kartanegara. Adapun tujuan penelitian adalah mengidentifikasi  hama serangga penting yang terdapat di lahan sawah  Desa Sebuntal Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur dan untuk mengetahui konsentrasi  Beauveria bassiana Bals.yang efektif dalam mengendalikan intensitas serangan hama penting pada tanaman padi sawah (Oryza sativa L.). Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari lima perlakuan yaitu dengan konsentrasi B0 = (kontrol), B1 = 5 ml/liter, B2 = 10 ml/liter, B3 = 15 ml/liter, dan B4 = 20 ml/liter. masing-masing perlakuan diulang 4 kali, Perlakuan Beauveria bassiana diaplikasikan pada umur 2 minggu setelah tanam, 3 minggu setelah tanam, 4 minggu setelah tanam,  5 minggu setelah tanam, 6 minggu setelah tanam, 7 minggu setelah tanam, 8 minggu setelah tanam, 9 minggu setelah tanam, 10 minggu setelah tanam, 11 minggu setelah tanam dan 12  minggu setelah tanam. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa ada  3 (tiga) hama serangga penting yang teridentifikasi yang terdapat di lahan sawah  Desa Sebuntal Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur, yaitu: hama Putih Palsu (Chanaphalocrosis medinalis) pada fase vegetatif, penggerek batang (tryporiza sp.) pada fase generatif (beluk) dan hama walang sangit (Leptocorixa acuta) pada fase generatif  dan konsentrasi yang efektif dalam mengendalikan hama pada tanaman padi (Oryza sativa L.) adalah 15 ml/L.


Keywords


Beauveria bassiana Bals, Hama, Padi.

Full Text:

PDF

References


Kementerian Pertanian. (2014). Statistik Produksi Hortikultura Tahun 2014.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. (2015). “Data Produksi Tanaman Padi Sawah di Kalimantan Timur Tahun 2011-2015”. Samarinda, 2015.

Kartohardjono, A. (2011). Penggunaan musuh alami sebagai komponen pengendalian hama padi berbasis ekologi. Pengembangan Inovasi Pertanian, 4(1), 29-46.

Parsa, M., Dirgahayu, D. D., Manalu, J., Carolita, I., & Harsanugraha, W. (2017). Uji Model Fase Pertumbuhan Padi Berbasis Citra Modis Multiwaktu Di Pulau Lombok (The Testing Of Phase Growth Rice Model Based On Multitemporal Modis In Lombok Island). Jurnal Penginderaan Jauh dan Pengolahan Data Citra Digital, 14(1).

Indiati, S. W., & Marwoto, M. (2017). Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) pada Tanaman Kedelai. Buletin Palawija, 15(2), 87-100.

Muhammad, A. (2015). Kelimpahan hama dan musuh alami pada pertanaman padi varietas pandanwangi di Kecamatan Warungkondang Kabupaten Cianjur. Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Usyati, N., Kurniawati, N., Ruskandar, A., & Rumasa, O. (2018). Populasi Hama dan Musuh Alami pada Tiga Cara Budidaya Padi Sawah di Sukamandi. Agrikultura, 29(1), 35-42.

Widariyanto, R., Pinem, M. I., & Zahara, F. (2017). Patogenitas Beberapa Cendawan Entomopatogen (Lecanicillium lecanii, Metarhizium anisopliae, dan Beauveria bassiana) terhadap Aphis glycinespadaTanaman Kedelai: Pathogenicity of Some Entomophatogen’s Fungus (Lecanicillium lecanii, Metarhizium anisopliae, and Beauveria bassiana) to Aphis glycines on Soybean. Jurnal Online Agroekoteknologi, 5(1), 8-16.

Sembiring, A. S. (2013). Sistem pakar diagnosa penyakit dan hama tanaman padi. Medan: STMIK Budi Darma, 3.

Agusdian, R., Rakhmadi, F. A., & Widayanti, W. (2012). Sistem Proteksi Tanaman Padi Dari Serangan Hama Wereng Menggunakan Gelombang Ultrasonik Dan Penunjuk Arah Angin. In Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika Ke-2 2012. Sebelas Maret University.

Syahta, R., Anggara, F., & Jamaluddin, J. (2018). Alat Perangkap Hama Serangga Padi Sawah Menggunakan Cahaya dari Tenaga Surya. Journal of Applied Agricultural Science and Technology, 2(1), 11-19.

Poidatz, J., Plantey, R. L., & Thiéry, D. (2018). Indigenous strains of Beauveria and Metharizium as potential biological control agents against the invasive hornet Vespa velutina. Journal of invertebrate pathology, 153, 180-185.

Saranraj, P., & Javaprakash, A. (2017). Agrobeneficial entomopathogenic fungi–Beauveria bassiana: A review. Indo-Asian Journal of Multidisciplinary Research, 3 (2),(2017), 1051-1087.

Sopialena, S. (2018). Pengendalian Hayati dengan memberdayakan potensi mikroba.

SOPIALENA, S., SUYADI, S., SAHIL, M., & NURDIANA, J. (2018). The diversity of endophytic fungi associated with Piper nigrum in the tropical areas: A recent study from Kutai Kartanegara, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 19(6), 2028-2034.




DOI: https://doi.org/10.31293/agrifor.v20i1.4875

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 AGRIFOR

link ke situs budidaya tani

 Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

situs web mitra usaha tani