POTENSI KALIANDRA (Calliandra calothyrsus) DAN GAMAL (Gliricidia sp.) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA UNTUK PENGEMBANGAN PELET KAYU

Ahdiar Fikri Maulana, Singgih Utomo, Puji Lestari, Ridla Arifriana, Norma Aji Candra Dewi, Adi Nugroho, Eko Prasetyo, Rachmadhila F Pramono, Wahyu C Saputro, Dewi Sulistyowati, Denni Susanto

Abstract


Negara-negara di dunia, khususnya Eropa, Jepang, Korea Selatan dan China, mulai beralih ke penggunaan energi terbarukan yaitu pelet kayu. Indonesia dengan iklim tropis, keanekaragaman jenis tanaman dan ketersediaan lahan untuk pengembangan sumber energi ini, berpeluang menjadi salah satu produsen utama pelet kayu, baik untuk memenuhi permintaan nasional atau internasional. Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki hutan rakyat dan berpeluang untuk dikembangkan sebagai produsen pelet kayu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi awal tentang jenis tanaman kayu potensial di DI Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan dengan studi pustaka dan survey kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kabupaten Bantul (22 KTH), Gunungkidul (15 KTH), Kulonprogo (15 KTH) dan Sleman (19 KTH). Cabang dan ranting kering merupakan sumber bahan bakar kayu utama bagi KTH di DI Yogyakarta, tanpa melihat jenis tanamannya. Jenis kaliandra (Calliandra calothyrsus) dan gamal (Gliricidia sp.) sebagai jenis potensial untuk pelet kayu ditanam sebagai sumber hijauan makanan ternak, sumber nektar untuk peternakan lebah madu dan untuk konservasi tanah. Kedua jenis ini ditanam sebagai tanaman tepi di pinggir lahan, diantara tanaman pertanian dan atau tanaman berkayu, bukan sebagai tanaman utama. Jumlah yang ditanam sangat variatif berkisar antara 0 - 2000 pohon kaliandra/ha dan 0 - 3000 pohon gamal/ha. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa jenis potensial untuk produksi pelet kayu, kaliandra dan gamal sudah ditanam di 4 kabupaten tersebut. Namun penanaman kedua jenis tersebut perlu dikembangkan agar dapat mendukung produksi pelet kayu.

Keywords


DI Yogyakarta, Kelompok Tani Hutan, pelet kayu, kalindra, gamal

Full Text:

PDF

References


Abdulah, L. (2019). The growth and yield of Calliandra callothyrsus trees as biomass-based energy feedstock. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 308: 012078

Amirta, R. (2018). Pelet kayu energi hijau masa depan. Mulawarman University Press. Samarinda

Badan Pusat Statistik. (2020). Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Angka 2020. BPS Provinsi DI Yogyakarta. Yogyakarta

Cakra, I.G.L.O., & Trisnadewi, A.A.A.S. (2016). Penggantian daun gamal (Gliricidia sepium) dengan kaliandra (Calliandra callothyrsus) dalam ransum kambing terhadap kadar urea darah dan deposisi nutrient. Majalah Ilmiah Peternakan 19(3): 110-114.

Daning, D.R.A., & Foekh, B. (2018). Evaluasi produksi dan kualitas nutrisi pada bagian daun dan kulit kayu Calliandra callotirsus dan Gliricidia sepium. Sains Peternakan 16(1): 7-11

Darmawan, U.W. (2012). Pengembangan Kaliandra (Calliandra callothyrsus) sebagai kayu energi. Mitra Hutan Tanaman 7(2): 39-50

Goetzl, A. (2015). Developments in theglobal trade of wood pelets. Office of Industries, US International Trade Commission, Office of Industries Working Paper-US International Trade Commission.

Goh, C.S., & Junginger, M. (2013). Low cost, long distance biomass supply chains. IEA Bioenergi Task 40: Sustainable international bioenergi trade.

Hendrati, R.L., & Nurrohmah, S.H. (2018). Quality of genetically-improved Acacia auriculiformis for renewable short-rotation wood-energy. Jurnal Manajemen Hutan Tropika 24(3): 136-143

Hendrati, R.L., & Nurrohmah, S.H. (2019). Genetic improvement of Leucaena leucocephala for wood energy. Tropical Grasslands-Forrajes Tropicales 7(2): 210-213

Hendrati, R.L., Hidayati, N., & Nurrohmah, S.H. (2019). Biomass and coppicing ability of genetically improved Calliandra calothyrsus for wood-energy with different spacing. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 522: 012001

International Trade Administration, Departement of Commerce United States of America. (2016). 2016 Top market reports renewable fuels, sector snapshot. biomass wood pelets. http://trade.gov/topmarkets/pdf/Renewable_Fuels_Biomass_Wood_Pelets.pdf

Jackson, J., Turner, A., Mark, T., & Montross, M. (2016). Densification of biomass using a pilot scale flat ring roller pellet mill. Fuel Processing Technology 148: 43-49

Jonsson, R., & Rinaldi, F. (2017). The impact on global wood-product markets of increasing consumption of wood pellets within the European Union. Energy 133: 864-878

Laschi, A., Marchi, E., & González-García, S. (2016). Environmental performance of wood pellets’ production through life cycle analysis. Energy 103: 469-480

Mahidin, Erdiwansyah, Zaki, M., Hamdani, Muhibbuddin, Hisbullah, Mamat, R., & Susanto, H. (2020). Potential and utilization of biomass for heat energy in Indonesia: a review. International Journal of Scientific & Technology Research 9(10): 331-344

Mariyono, U., Umiyasih, B., Tangendjaja, Musofie, A., & Wardhani, N.K. (1998). Pemanfaatan leguminosa yang mengandung tannin sebagai pakan sapi perah dara. Pros. Sem. Nas. II. INMT: 171-172

Nurjannah, S., Ayuningsih, B., Hernaman, I., & Susilawati, I. (2019). Penggunaan Kaliandra (Calliandra callothyrsus), Indigofera sp., dan campurannya dalam ransum sebagai pengganti konsentrat terhadap produktivitas domba garut jantan. Jurnal Ilmiah Peternakan Terpadu 7(3): 293-298

Nuswantara, L.K. (2009). Parameter fermentasi rumen pada kerbau yang diberi pakan tunggal glirisidia, jerami jagung dan kaliandra. Prosiding Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan: 244-252

Pereira, M.F., Nicolau, V.P., & Bazzo, E. (2018). Exergoenvironmental analysis concerning the wood chips and wood pellets production chains. Biomass and Bioenergy 119:253-262

Prasetyo, E., Wiyono, Lestari, P., Hidayat, R., Oktalina, S.N., Ngadianto, A., & Nugroho, P. (2018). Penanaman kaliandra sebagai kayu energi dan hijauan makanan ternak pada pertanaman agroforestry masyarakat Desa Gerbosari, Samigaluh Kulon Progo. Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat 1(1): 1-10

Rahayu, S., Hilyana, S., Suryani, E., Sari, N.H., & Ali, M. (2020). Analysis of wood pellet quality fron Calliandra callothyrsus, Gliricidia sepium, and sawdust as new and renewable energy. Proceedings International Conference on Science and Technology 1: 110-115

Roos, A. (2012). The Asian wood pelet markets, United States Department of Agriculture, Forest Service, Pacific Northwest Research Station, General Technical Report PNW-GTR-861

Sidabutar, V.T.P. (2018). Kajian peningkatan potensi ekspor pelet kayu Indonesia sebagai sumber energi biomasa yang terbarukan. Jurnal Ilmu Kehutanan 12: 99-116

Trademap. 2016. Perdagangan bilateral Indonesia – dunia dengan HS Code 270111, 270112, 270119 dan 440131. http://trademap.org/Country_SelProductCountry_TS.aspx?nvpm=1|360||||270111|||6|1|1|2|2|1|2|1|1

Trømborg, E., Ranta, T., Schweinle, J., Solberg, B., Skjevrak, G., & Tiffany, D.G. (2013). Economic sustainability for wood pellets production – A comparative study between Finland, Germany, Norway, Sweden and the US. Biomass and Bioenergy 57: 68-77

Uasuf, A., & Becker, G. (2011). Wood pellets production costs and energy consumption under different framework conditions in Northeast Argentina. Biomass and Bioenergy 35: 1357-1366

Whetton, M., Rosslter, J.T., & Wood, C.D. (1997). Nutritive evaluation of nitrogenous fractions in leaves of Gliricidia sepium and Caliandra calothyrsus in relation to tannin content and protein degradation by rumen microbes in vitro. J. Agric. Food Chem. 45: 3570-3576




DOI: https://doi.org/10.31293/agrifor.v20i1.4924

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan

Agrifor ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960

Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.