APLIKASI AIR KELAPA PADA PERKECAMBAHAN BENIH KALANGKALA (Listea garciae Vidal) DENGAN PERLAKUAN PERENDAMAN DAN PEMERAMAN

Marjenah Marjenah, Paulus Matius, Agustina Hura

Abstract


Kalangkala (L. garciae Vidal) merupakan salah satu buah lokal Kalimantan yang belum tersentuh teknologi. Buah kalangkala merupakan buah musiman yang  hanya ditemui setahun sekali pada waktu tertentu, bersama-sama dengan buah musiman lainnya. Selama ini petani mengambil buahnya dari tumbuhan yang hidup liar tanpa membudidayakannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan perendaman dan pemeraman terhadap persentase perkecambahan benih, daya kecambah, tipe perkecambahan, kelompok biji (rekalsitran atau ortodoks) laju perkecambahan, dan tinggi kecambah kalanglala (L. garciaeVidal). Penelitian ini dilaksanakan di persemaian Laboratorium Silvikultur, Universitas Mulawarman. Penelitian ini dirancang dengan mengikuti pola Rancangan Acak Lengkap faktorial  dengan perlakuan terdiri dari faktor perendaman (A), terdiri dari tiga tingkatan A1 (1 hari), A2(2 hari), dan A3(3 hari) dan faktor pemeraman (B), tiga tingkatan B1 (1 hari), B2 (2 hari) dan B3 (3 hari). Dua faktor tersebut dikombinasikan dan terdapat sembilan kombinasi dengan 3 ulangan beserta kontrol (tanpa perlakuan) dengan 3 ulangan. Keseluruhan biji yang disemai adalah 450 biji. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan yang sangat baik dalam persentase hidup, dengan rata-rata mencapai 97%, rataan daya kecambah terbaik terdapat pada kombinasi perlakuan perendaman air kelapa (A2) selama 12  jam dengan pemeraman selama 1, 2, dan 3 hari (B1, B2, B3) yaitu 98,67%. Kemudian untuk laju perkecambahan terbaik pada A1B1 dengan laju 11\hari, dan untuk tinggi perkecambahan terbaik terdapat pada A1B2. Serta berdasarkan hasil pengukuran kadar air, benih L. garciae Vidal termasuk dalam kategori rekalsitran dan tipe perkecambahannya adalah hypogeal.


Keywords


Litsea garciae Vidal, Perendaman, Pemeraman, Perkecambahan

Full Text:

PDF

References


Azwar. (2008). Air Kelapa Pemacu Pertumbuhan Anggrek. Published Onhttp://perpustakaan.fmipa.unpak.ac.id .Diakses Tanggal 15 Februari 2018 Pukul 17.24 Wita.

Hadad EA, E. Randriani, N. Heryana. (2006). Perbaikan Budidaya dan Mutu Hasil Tanaman Pala (Myristica fragrans Houtt). Sukabumi (ID): Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri.

Hasanah M. (2002). Peran mutu fisiologik benih dan pengembangan industri benih tanaman industri. Jurnal Litbang Pertanian, 21 (3), 2002. Hal. 84 – 91.

Indriyani. (2015). Litsea Garciae Vidal Buah Eksotik Dari Kalimantan. Published On http://balittra.litbang.pertanian.go.id. Diakses Tanggal 22 Januari 2018 Pukul 14.20 Wita.

Istamar, S. (2018). Proses Perkecambahan. Published On https:// www.akh mad share.com. Diakses Tanggal 04 april 2019.Pukul 08.28 Wita.

Jayanti, W. (2017). Pengaruh Air Kelapa (Cocos nucifera L.) Terhadap Perkecambahan Dan Pertumbuhan Kecambah Biji Kakao (Theobroma cacao L.). Published On http://digilib.unila.ac.id. Diakses Tanggal 12 Mei 2018 Pukul 17.45 Wita.

Marjenah. (2015). Manajemen Pembibitan (Edisi Revisi). Mulawarman University Press. Samarinda.

Nurjannati,K.(2017).EfekPerlakuanPrimingTerhadapPerformaTanamanCabai( Capsicum annuum L.) Pada Kondisi Stres Air. Published On http:// eprints. uny. ac. id/ 53490/1/ SKRIPSI.pdf. Diakses Tanggal 18 April 2018 Pukul 19.35Wita.

Parmar,C.F.(2013).LitseagarciaeVidal,BuahEksotikDariKalimantan.Published On http://www.fruitipedia.com/engkala_litsea_garciae.htm%3E. Diakses Tanggal 30 April 2018 Pukul. 09.00Wita.

Purdyaningsih, E. (2013). Kajian Pengaruh Pemberian Air Kelapa Dan Urine Sapi Terhadap Pertumbuhan Stek Nilam. Balai Besar Perbenihan Dan ProteksiTanamanPerkebunan.PublishedOnhttp://repository.utu.ac.id. Diakses Tanggal 7 Maret 2018 Pukul 21.54Wita.

Rahayu, Y.D, Sutedjo, P. Matius. (2007). Kajian Potensi Tumbuhan Obat Di Kawasan Malinau Research Forest (MRF) Cifor Kabupaten Malinau Kalimantan Timur. Jurnal Kehutanan Indonesia. 3 (1), April 2007. Hal. 87 - 101.

Schmidth, L. (2002). Pedoman Penanganan Benih Tanaman Hutan Tropis Dan Subtropis. Jakarta: Direktorat Jendral Rehabilitasi Lahan Dan Perhutanan Sosial Departemen Kehutanan.

Suryanto, E. (2009). Air Kelapa Dalam Media Kultur Anggrek. Erlangga. Published On http://digilib.unila.ac.id.Diakses Tanggal 12 Mei 2018 Pukul 17.45 Wita

Sutopo. L. (2002). Teknologi Benih. PT. Raja Grafindo. Jakarta.

Utomo, B. (2006). Ekologi Benih. Published On http://library.usu.ac.id/download/Diakses Tanggal 25 Maret 2018 Pukul 20.17 Wita




DOI: https://doi.org/10.31293/agrifor.v20i1.5091

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan

Agrifor ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960

Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.