PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS TANAMAN DENGAN METODE FITOREMEDIASI

Bambang Sigit Aris, Rudi Rudi, Lasarido Lasarido

Abstract


Limbah  produksi tahu mengandung kadar protein yang tinggi dan dapat segera terurai. Limbah cair ini sering dibuang secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu sehingga menghasilkan bau busuk dan mencemari sungai. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan tujuan untuk mengetahui apakah penggunaan berbagai jenis tanaman yang terdiri dari: fermentasi, kangkung, bayam merah, dan selada mampu menyerap polutan limbah cair tahu dengan metode fitoremediasi dan berapa persentasenya. Hasil dari penelitian ini adalah pemanfaatan berbagai jenis tumbuhan mampu menyerap dan memberikan persentase penurunan pencemar limbah cair tahu pada masing-masing parameter. Untuk nilai TSS tertinggi terdapat pada tanaman bayam merah sebesar 72,67%, untuk parameter penurunan BOD tertinggi terdapat pada tanaman bayam merah sebesar 66,28%, untuk parameter COD tertinggi terdapat pada tanaman kangkung sebesar 46,43%, untuk peningkatan pH tertinggi pada fermentasi 3,75 dan penurunan suhu tertinggi pada fermentasi sebesar 48,275%.


Keywords


Limbah cair tahu dan berbagai jenis tanaman.

Full Text:

PDF

References


Alpian, Arham. (2013). Ciri-ciri tanaman kangkung. Http://100budidaya tanaman.blogspot.com/2013 09/ciri-ciri-tana man-kangkung.html. Diakses pada tanggal 8 Februari 2020.

Anggara, R. (2009). Pengaruh kangkung darat (ipomea reptans poir.) Terhadap efek sedasi pada mencit balb/c. Fakultas kedokteran universitas diponegoro. Semarang.

Ashari, S. (1995). Hortikultura, Aspek Budidaya. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.

Bandini, Yusni dan Nurudin, A. (2004). Bayam. Jakarta: Penebar Swadaya.

Chaney, R., Li, Y. M., & Green, C. (1996). Potential use of metal hyperaccumulators (No. CONF-960592-). International Business Communications, Southborough, MA (United States).

Dalimartha, S. (2006). Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 4. Jakarta : Puspa Swara.

Darajeh, N., Idris, A., Truong, P., Abdul Aziz, A., Abu Bakar, R., & Che Man, H. (2014). Phytoremediation potential of vetiver system technology for improving the quality of palm oil mill effluent. Advances in Materials Science and Engineering, 2014.

Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumberdaya dan Lingkungan Perairan. Cetakan Kelima. Yogjakarta: Kanisius.

Eubank, R.L, (1988). Nonparametric Regression and Spline Smoothing, second edition, Marcell dekker, Inc., New York.

Felani, M., & Hamzah, A. (2007). Fitoremediasi limbah cair industri tapioka dengan tanaman enceng gondok. Buana Sains, 7(1), 11-20.

Juwita, E. H., Choirul, A., & Adib, S. (2018). EFEKTIVITAS KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica) SEBAGAI FITOREMEDIASI DALAM MENURUNKAN KADAR TIMBAL (Pb) AIR LIMBAH BATIK. Analytical and Environmental Chemistry, 3(01), 30-37.

Hapsari, J.E. Amri, C. Suyanto, A. (2018). Efektivitas kangkung air (ipomoea aquatica) sebagai fitoremediasi dalam menurunkan kadar timbal (pb) air limbah batik. Politeknik Kesehatan Yogyakarta, Jl. Tatabumi No.3 , Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta

Haryanto, W., Suhartini, T., & Rahayu, D. (1996). Sawi dan selada. Jakarta: Penebar Swadaya.

Heddy, S. (1990). Biologi pertanian: tinjauan singkat tentang anatomi, fisiologi, sistematika, dan genetika dasar tumbuh-tumbuhan. Jakarta: Rajawali Press.

Herlambang, A. (2002). Teknologi Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu. Samarinda: Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan (BPPT) dan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Jurnal Pengolahan Sampah, 4(2), 146-158.

Iqbal (2004). Penelitian Survey, dan Penelitian Deskriptif. Analisis Data Penelitian Dengan Statistik. Jakarta: bumi aksara.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : kep-51/menlh/10/1995 tentang baku mutu limbah cair bagi kegiatan industri.

Laboratorium Kualitas Air Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, (2020). Laporan hasil uji. Universitas Mulawarman, Samarinda.

Mohamad, E. (2013). Pengaruh variasi waktu kontak tanaman bayam duri terhadap adsorpsi logam berat kadmium (Cd). Jurnal entropi, 8(01).

Nazaruddin, (1999). Budidaya dan pengaturan panen sayuran dataran rendah. Jakarta: Penebar swadaya.

Nurhasan dan Pramudyanto, B.B., (1991). Penanganan Air Limbah Tahu. Jakarta: yayasan Bina Karya.

Sunarjono, H. (2003). Bertanam 30 Jenis Sayur. Jakarta: Penebar Swadaya.




DOI: https://doi.org/10.31293/agrifor.v20i2.5621

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan

Agrifor ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960

Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.