DAMPAK PEMANENAN HUTAN TERHADAP SIFAT DAN KANDUNGAN BIOLOGIS TANAH (STUDI BKPH SENGGURUH, KPH MALANG).

Galit Gatut Prakosa, Mochamad Chanan

Abstract


Kegiatan pemanenan kayu umumnya menggunakan alat-alat berat yang berdampak pada aspek ekologi dimana terjadi kerusakan pada tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dampak pemanenan hutan terhadap sifat biologi tanah dan kandungan karbon di BKPH Sengguruh KPH Malang. Pengambilan contoh tanah dilakukan secara acak, pengambilan contoh cacing secara acak dengan metode hand sorting dan untuk isolasi jamur dan bakteri dengan menggunakan agar cawan. Dari penelitian yang dilakukan diketahui terjadi penurunan kandungan bahan organik tanah pada lahan setalah pemanenan dari kelas agak tinggi menjadi rendah, ditemukan tiga jenis cacing yaitu Pheretima, Pontoscolex, dan Microscolex yang mengalami penurunan kepadatan individu pada pasca pemanenan dari 39,54 individu/m² menjadi 16,87 individu/m2. Jumlah koloni jamur dan bakteri pasca pemanenan mengalami penurunan pada koloni jamur dari 2,54 x 104 CFU/ml menjadi 0,88 x 104 CFU/ml dan pada koloni bakteri dari 22,58 x 105 CFU/ml menjadi 17,6 x 105  CFU/ml. Hasil perhitungan estimasi karbon ini diharapkan dapat berfungsi sebagai dasar untuk menghitung estimasi karbon dalam Vegetasi Hutan Jati dalam Skala Nasional.


Keywords


Bacteria, Carbon, Forest Harvesting, Soil

Full Text:

PDF

References


Ardi, R. (2010). Kajian Aktivitas Mikroorganisme Tanah Pada Berbagai Kelerengan dan Kedalaman Hutan Alam (Studi Kasus di Taman Nasional Gunung Leuser, Seksi Besitang). Universitas Sumatera Utara.

Astuti, P. (2013). Hubungan Populasi dan Biomassa Cacing Tanah dengan Porositas, Kemantapan Agregat, dan Permeabilitas Tanah Pada Penggunaan Lahan yang Berbeda di Vertisols Gondangrejo. Univesitas Sebelas Maret.

Asyrowi, H. (2017). Analisis Potensi Bahaya Erosi di Sub DAS Mikro Hulu Brantas. Universitas Muhammadiyah Malang.

Darmawan, A., Setyawati, T. R., & Yanti, A. H. (2014). Keanekaragaman Cacing Tanah (Kelas Oligochaeta) di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara. Jurnal Protobiont, 3(2), 171–176.

Edwards, C. A., & Bohlen, P. J. (1996). Biology and Ecology of Earthworms (Third Edit). Chapman and Hall.

Edwin, M. (2016). Penilaian Stok Karbon Tanah Organik Pada Beberapa Tipe Penggunaan Lahan Di Kutai Timur ,. Jurnal Agrifor, XV(2), 279–288.

Elias, G., A., K., K., Machfudh, & A., K. (2001). Reduced impact logging guidelines for Indonesia. In Reduced impact logging guidelines for Indonesia. https://doi.org/10.17528/cifor/001384

Firmansyah, Setyawati, T. R., & Yanti, A. H. (2017). Struktur Komunitas Cacing Tanah (Kelas Oligochaeta) di Kawasan Hutan Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang. Jurnal Protobiont, 6(3), 108–117.

Fitrah, R., Irfan, M., & Saragih, D. R. (2017). Analisis Bakteri Tanah di Hutan Larangan Adat Rumbio. Jurnal Agroteknologi H.R, 8(1), 17–22.

Hairiah, K., & Rahayu, S. (2007). Pengukuran Karbon Tersimpan di Berbagai Macam Penggunaan Lahan. World Agroforestry Centre, 77.

Handayani, I. P., & Prawito, P. (2002a). Lahan Paska Deforestasi di Bengkulu, Sumatera : I. Kajian Mikroflora Tanah dan Evolusi Karbondioksida. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 4(1), 1–9.

Handayani, I. P., & Prawito, P. (2002b). LAHAN PASKA DEFORESTASI DI BENGKULU, SUMATERA : I. Kajian Mikroflora Tanah dan Evolusi Karbondioksida. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Indonesia, 4(1), 1–9.

Hardjowigeno, S. (2003). Ilmu Tanah. Akademik Presindo.

Husen, E., Saraswati, R., & Simanungkalit, R. D. . (2007). Soil Biological Analysis Methods.

Indrayoga, P. M., Sudarma, I. M., & Puspawati, N. M. (2013). Identifikasi Jenis dan Populasi Jamur Tanah pada Habitat Tanaman Kubis (Brassica oleracea L .) Sehat dan Sakit Akar Gada Pada Sentra Produksi Kubis di Kecamatan Baturiti Tabanan. E-Jurnal Agroteknologi Tropika, 2(3), 184–194.

IPCC. (2019). Climate Change and Land: an IPCC special report. Climate Change and Land: An IPCC Special Report on Climate Change, Desertification, Land Degradation, Sustainable Land Management, Food Security, and Greenhouse Gas Fluxes in Terrestrial Ecosystems, 1–864. https://www.ipcc.ch/srccl/

Jayanthi, S., Widhiastuti, R., & Jumilawaty, E. (2014). Komposisi Komunitas Cacing Tanah Pada Lahan Pertanian Organik dan Anorganik di Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo. Jurnal Biotik, 2(1), 1–14. https://doi.org/10.7498/aps.62.084302

Matangaran, J., & Suwarna, U. (2012). Kepadatan Tanah Oleh Dua Jenis Forwarder dalam Pemanenan Hutan. Ilmu-Ilmu Hayati Dan Fisik, 14(2), 115–124.

Muhdi, Elias, & Matangaran, J. R. (2015). ANALISIS FINANSIAL PEMANENAN KAYU TEKNIK REDUCED IMPACT LOGGING MELALUI SKEMA REDD+, KALIMANTAN UTARA. 2(1), 13–16.

Pambudi, A., Noriko, N., & Sari, E. P. (2016). Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Tanah Sawah di Kecamatan Medan Satria dan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Sains Dan Teknologi, 3(4), 187–195.

Pamoengkas, P. (2006). Kajian Aspek Vegetasi dan Kualitas Tanah Sistem Silvikultur Tebang Pilih Tanam Jalur (Studi Kasusdi Areal HPH PT. Sari Bumi Kusuma, Kalimantan Tengah). Institut Pertanian Bogor.

Qudratullah, H., Setyawati, T. R., & Yanti, A. H. (2013). Keanekaragaman Cacing Tanah (Oligochaeta) Pada Tiga Tipe Habitat di Kecamatan Pontianak Kota. Jurnal Protobiont, 2(2), 56–62.

Ramage, M. H., Burridge, H., Busse-Wicher, M., Fereday, G., Reynolds, T., Shah, D. U., Wu, G., Yu, L., Fleming, P., Densley-Tingley, D., Allwood, J., Dupree, P., Linden, P. F., & Scherman, O. (2017). The wood from the trees: The use of timber in construction. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 68(October 2015), 333–359. https://doi.org/10.1016/j.rser.2016.09.107

Santosa, T. M., Kassa, S., & Laapo, A. (2016). Marketing Analysis of Gum Resin. 4(5), 625–632.

Setiawan, A., Matangan, J. R., Suhendang, E., & Rusolono, T. (2014). Pemulihan kepadatan tanah setelah pemanenan pada hutan alam produksi (. 99–109.

Suin, N. M. (1997). Ekologi Fauna Tanah. Bumi Aksara.

Suin, N. M. (2003). Ekologi Hewan tanah. Bumi Aksara.

Utami, N. H. (2009). Kajian Sifat Fisik, Sifat Kimia dan Sifat Biologi Tanah Paska Tambang Galian C Pada Tiga Penutupan Lahan. Institut Pertanian Bogor.

Waluyo, L. (2010). Teknik dan Metode Dasar dalam Mikrobiologi (Edisi Dua). Universitas Muhammadiyah Malang Press.

Waluyo, L. (2013). Mikrobiologi Lingkungan (Edisi Tiga). Universitas Muhammadiyah Malang Press.

Wasis, B., Setiadi, Y., & Purwanto, M. E. (2012). Sifat Kimia dan Biologi Tanah Akibat Keterbukaan Lahan Pada Hutan Reboisasi Pinus di Kecamatan Pollung Kabupaten Humbang Hasundutan Sumatera Utara. Jurnal Silvikultur Tropika, 03(01), 2010–2013.

Wilson, E. (2006). Kepadatan Tanah Akibat Penyaradan Oleh Forwarder dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Semai : Studi Kasus di HPHTI PT. Musi Hutan Persada Sumatera Selatan. Institut Pertanian Bogor.

Yuwafi, H. (2016). Kepadatan Cacing Tanah di Perkebunan Kopi PTPN XII Bangelan Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.




DOI: https://doi.org/10.31293/agrifor.v21i1.5735

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan

Agrifor ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960

Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.