PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L) DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK KELINCI PADAT DAN CAIR

Muhammad Fadhil Haryanto, Susylowati Susylowati, Ellok Dwi

Abstract


Limbah ternak kelinci memberikan manfaat yang besar untuk budidaya Kedelai. Penelitian ini bertujuan :  (1) mengetahui interaksi antara pemberian pupuk organik dari limbah ternak kelinci padat dan cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai, (2) mengetahui dosis pupuk organik padat kelinci yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai, dan (3) mengetahui konsentrasi pupuk organik cair urin kelinci yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai.

Metode penelitian menggunakan rancangan percobaan faktorial 4x4 yang disusun pada Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan ulangan sebanyak empat kali. Faktor pertama adalah pupuk organik padat (P) dengan dosis : 0 Mg.ha-1 (p0), 5 Mg.ha-1 (p1). 15 Mg.ha-1 (p2) dan 25 Mg.ha-1 (p3). Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk organik cair urin kelinci (U) dengan konsentrasi 0 mL.L-1air (u0), 200 mL.L-1air (u1), 400 mL.L-1air (u2), dan 600 mL.L-1air (u3). Data dianalisa dengan uji F dan untuk membandingkan antara rata-rata dua perlakuan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5 %.

Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi terbaik dari masing-masing perlakuan terdapat pada dosis pupuk organik padat kelinci pada dosis 15 Mg.ha-1 dengan pupuk organik cair pada konsentrasi 600 mL.L-1air (p2u3) dan berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman umur 42 HST, dan jumlah cabang per tanaman. Konsentrasi 600 mL.L-1air (u3) pupuk organik cair urin kelinci memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai serta berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman umur 14, 28, dan 42 HST, waktu berbunga, berat kering polong isi, berat kering biji, dan berat 100 butir biji.


Keywords


Kedelai, Pupuk Organik Feses Kelinci, Pupuk Organik Urin Kelinci

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik. (2018). Produksi Kedelai Indonesia. https://www.bps.go.id/ Diakses pada 26 September 2018.

Damanik, M. M. B., Hasibuan, B.E., Fauzi, Sariffudin, dan Hanum, H. (2010). Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Medan: USU Press.

Darmawan, J. dan Baharsyah, J. (1993). Dasar-dasar Fisiologi Tanaman. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Dinas Peternakan. (2016). Buku Statistik Peternakan Provinsi Kalimantan Timur. Dinas Peternakan Kalimantan Timur. Samarinda.

Farrell, D.J. dan Raharjo, Y.C. (1994). Potensi Ternak Kelinci sebagai Penghasil Daging. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Bogor.

Gardner, F., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (1991). Physiology of Crop Plants (Fisiologi Tanaman Budidaya: Terjemahan Herawati Susilo). Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.

Haryanto. (1985). Pengaruh Pemupukan Fosfor Pada Tiga Metoda Pengolahan Tanah Terhadap Hasil Dan Komponen Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril.). Skripsi. Insititut Pertanian Bogor. Bogor.

Lingga, P. (2003). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Lingga, P. dan Marsono. (2006). Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.

Marsono dan Sigit, P. (2005). Pupuk Akar, Jenis dan Aplikasi. Jakarta: Penebar Swadaya.

Pangli, M. (2014). Pengaruh Jarak Tanaman Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L Merril). Agropet, 11(1), 1-9.

Rusmiati, Gani, J., dan Susylowati. (2005). Pengaruh Jarak Tanam dan Saat Pemberian Pupuk SP-36 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.)) Varietas Anjasmoro. Jurnal Budidaya Pertanian,11(2), 72-79.

Sajimin, Rahardjo, Y. C., & Purwantari, N. D. (2010). Potensi Kotoran Kelinci Sebagai Pupuk Organik dan Pemanfaatan Pada Tanaman Pakan dan Sayuran. Lokakarya Nasional Potensi dan Peluang Pengembangan Usaha Agribisnis Kelinci. Cisarua. Balitnak. Bogor.

Suharto. (2009). Pemberiandosis pupuk urea dan superizogen pada tanaman kedelai (Glycine max (L) Merril). Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Islam Riau. Pekanbaru.

Syarief, E. S. (1986). Kesuburan Tanah dan Pemupukan tanah Pertanian. Bandung: Pustaka Buana.

Wibawa, A. (1998). Intensifikasi pertanaman kopi dan kakao melalui pemupukan. Warta pusat penelitian Kopi Kakao, 14(3), 245-262.




DOI: https://doi.org/10.31293/agrifor.v21i1.5877

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan

Agrifor ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960

Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.