KERAGAMAN NEMATODA PADA LAHAN REKLAMASI PASCA TAMBANG BATU BARA DI DESA BANGUN REJO KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG NEMATODE DIVERSITY IN POST-COAL MINING RECLAMATION LAND IN BANGUN REJO VILLAGE, TENGGARONG SEBERANG DISTRICT

sofian sofian, Sopialena Sopialena, Suyadi Suyadi, Haris Rudiyanto

Abstract


Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status keragaman nematoda pada lahan reklamasi pasca tambang batubara dan hutan sekunder (pembanding). Penelitian ini dilakukan di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman selama 4(empat) bulan. Pengambilan sampel tanah dilaksanakan di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang, Kalimantan Timur. Dilanjutkan dengan ekstraksi nematoda menggunakan metode Baermann yang dimodifikasi, dan identifikasi nematoda yang didapatkan sampai tingkat genus berdasarkan ciri morfologinya. Pengamatan nematoda dilakukan di laboratorium Ilmu Hama Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 14 genera nematoda, terdiri dari 6 genera nematoda non-paasit dan 8 genera parasit tumbuhan. Genus nematoda yang dominan secara berturut-turut adalah sebagai berikut: Apelenchus, Cephalobus, Dorylaimus, Pratylenchus, dan Rhabditis. Kepadatan populasi nematoda berkisar 30-206 individu 100 gram-1 tanah. Keanekaragaman nematoda pada lahan reklamasi tergolong sedang dengan indeks Shannon-Wienner berkisar 1,22-3,09, sedangkan pada lahan pembanding (hutan sekunder) tergolong tinggi dengan indeks Shannon-Wienner berkisar 3,06 – 3,49. Kata kunci : Lahan Reklamasi Pasca Tambang Batu bara, Keragaman Nematoda, Indikator Biologi.


Keywords


keragaman nematoda, lahan reklamasi pasca tambang

Full Text:

PDF

References


Juwarkar, A. A., & Jambhulkar, H. P. (2008). Phytoremediation of coal mine spoil dump through integrated biotechnological approach. Bioresource Technology, 99(11), 4732-4741.

Zhengfu, B. I. A. N., Inyang, H. I., Daniels, J. L., Frank, O. T. T. O., & Struthers, S. (2010). Environmental issues from coal mining and their solutions. Mining Science and Technology (China), 20(2), 215-223.

Ardebili, L., Babazadeh, V. M., Mammadov, M., & Navi, P. (2011). Physical environment pollution of mining coal in Central Alborz (Northern Iran). World Applied Sciences Journal, 14(8), 1141-1145.

Li, F., Liu, X., Zhao, D., Wang, B., Jin, J., & Hu, D. (2011). Evaluating and modeling ecosystem service loss of coal mining: a case study of Mentougou district of Beijing, China. Ecological Complexity, 8(2), 139-143.

Sudarmadji, T., & Hartati, W. (2016). The process of rehabilitation of mined forest lands toward degraded forest ecosystem recovery in Kalimantan, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 17(1), 185-191.

Maiti, S. K. (2013). Ecorestoration of the coalmine degraded lands. New Delhi, India: Springer India.

Franco-Navarro, F., & Godinez-Vidal, D. (2017). Soil nematodes associated with different land uses in the Los Tuxtlas Biosphere Reserve, Veracruz, Mexico. Revista mexicana de biodiversidad, 88(1), 136-145.

Celentis Analitical (2003) Biological soil test-definitions. e-lab. limited. http://www.lifestyleblock.co.nz/general/sfs/213 Soil biological Testdefinition.htm

Barchia, F., Aini, N., & Prawito, P. (2007). Bahan organik dan respirasi di bawah beberapa tegakan pada Das Musi Bagian Hulu. Jurnal Akta Agrosia. Edisi Khusus, 2(1), 172-175.

Suin, N.M. (1989). Ekologi Hewan Tanah. Jakarta: Bumi Aksara.

Schouten, T., Breure, A. M., Mulder, C., & Rutgers, M. (2004, January). Nematode diversity in Dutch soils, from Rio to a biological indicator for soil quality. In Proceedings of the Fourth International Congress of Nematology, 8-13 June 2002, Tenerife, Spain (pp. 469-482). Brill.

Räty, M., & Huhta, V. (2003). Earthworms and pH affect communities of nematodes and enchytraeids in forest soil. Biology and Fertility of Soils, 38(1), 52-58.

Pelczar, Jr. M. & E.C.S. Chan. (1988). Elements of Microbiology. Siri Hadioetomo dkk. (Penerjemah). Jakarta: UI Press.

Winarto. (2015). Nematologi Tumbuhan. Padang: Minangkau Press.

Wallace, H.R. (1973). Nematode Ecology and Plant Diseases. London: Edward Arnold.

Górny, M., & Grüm, L. (1993). Methods in soil zoology. Polish Scientific Publishers, Amsterdam.

Van Noordwijk, M. & Swift, M.J. (1999). Belowground biodiversity and sustainability of complex agroecosystems. Pages 8-27 in: Gafur, A., F.X. Susilo, M. Utomo, & M. van Noordwijk, eds. Proceedings of Workshop Management of Agrobiodiversity in Indonesia for Sustainable Land Use and Global Environmental Benefits. ASB Report No. 9. Agency for Agricultural Research and Development Ministry of Agriculture and University of Lampung, Bogor, August 19-20, 1999.

Swibawa, I Gede. (2001). Keanekaragaman Nematoda Dalam Tanah Pada Berbagai Tipe Tataguna Lahan Di Asb- Benchmark Area Way Kanan. Jurnal hama dan penyakit tumbuhan tropika. Vol. 1, No. 2 : 54-59.

Schroth, G., Krauss, U., Gasparotto, L. J. A. D., Duarte Aguilar, J. A., & Vohland, K. (2000). Pests and diseases in agroforestry systems of the humid tropics. Agroforestry systems, 50(3), 199-241.

Hairiah, K., Suprayogo, D., Widianto, B., Suhara, E., Mardiastuning, A., Widodo, R. H., ... & Rahayu, S. (2004). Alih guna lahan hutan menjadi lahan agroforestri berbasis kopi: ketebalan seresah, populasi cacing tanah dan makroporositas tanah. Agrivita, 26(1), 68-80.

Swibawa, I. G., Evizal, R., Aini, F. K., Susilo, F. X., Hairiah, K., & Suprayogo, G. (2009). Penurunan keragaman pohon dan nematoda akibat alih guna hutan menjadi lahan pertanian memacu munculnya masalah nematoda. In Prosiding Seminar “Peran Konservasi Flora Indonesia Dalam Mengatasi Dampak Pemanasan Global. Bali (Vol. 14, pp. 688-697).

Sagita, L., Siswanto, B., & Kurniatun, H. (2017). Studi keragaman dan kerapatan nematoda pada berbagai sistem penggunaan lahan di Sub DAS Konto. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 1(1), 51-60.

Setiawan, D. F., Suyadi, Rosfiansyah. (2019). Identifikasi Genera Nematoda pada Lahan Perkebunan Karet (Hevea braziliensis) di Desa Santan Ulu Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Agroekoteknologi Tropika Lembab. Vol 1 No. 2. 144-150.

Afifah, L., Rahardjo, B. T., & Tarno, H. (2013). Eksplorasi nematoda entomopatogen pada lahan tanaman jagung, kedelai dan kubis di Malang serta virulensinya terhadap Spodoptera litura Fabricius. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan, 1(2), pp-1.

Satria, A. B., Widiyaningrum, P., & Ngabekti, S. (2018). Viabilitas Dua Isolat Lokal Nematoda Entomopatogen pada Berbagai Variasi pH Media dan Uji Mortalitasnya terhadap Rayap Tanah. Life Science, 7(1), 9-15.

Kementan. (2010). Pedoman diagnosis OPTK golongan nematoda. Pusat karantina tumbuhan badan karantina pertanian. Jakarta: Kementerian pertanian.

Tarjan, A. C., Esser, R. P., & Chang, S. L. (1977). An illustrated key to nematodes found in fresh water. Journal (Water Pollution Control Federation), 2318-2337.




DOI: https://doi.org/10.31293/agrifor.v21i1.5951

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan

Agrifor ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960

Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.