TINJAUAN KEADAAN PADI SEBAGAI TANAMAN PANGAN UTAMA DI INDONESIA DAN DI KALIMANTAN TIMUR

Abdul Fatah

Abstract


TINJAUAN KEADAAN PADI SEBAGAI TANAMAN PANGAN UTAMA DI INDONESIA DAN DI KALIMANTAN TIMUR

State of The Art of Paddy as Staple Food in Indonesia and Situation in East Kalimantan

Abdul Fatah

Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIPER) Kutai Timur

Samarinda

 

ABSTRAK

Swasembada beras pernah dicapai oleh Indonesia pada tahun 1984, namun sejak tahun tersebut produksi padi nasional tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan penduduk akibat tidak seimbangnya jumlah produksi padi dengan jumlah penduduk yang terus bertambah. Secara nasional,  produksi padi selama kurun waktu 40 tahun telah meningkat empat kali lipat, sejak dari delapan juta ton hingga 32 juta ton  melalui revolusi hijau. Kencederungan produksi padi juga meningkat belakangan ini, pada tahun 2008 kembali swasembada beras dicapai. Terlebih lagi, Indonesia yang selama ini dikenal sebagai inportir terbesar, telah didekati oleh sejumlah Negara yang berminat untuk menginpor beras dari Indonesia. Situasi di Kalimantan Timur sedikit berbeda dimana swasembada  beras selama ini belum pernah dicapai. Target pencapaian yang seringkali dicanangkan masih belum mampu diwujudkan. Dengan melihat berbagai kendala di lapangan, ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan manakala swasembada ingin segera dicapai, diantaranya adalah memaksimalkan fungsi irigasi drainase serta penanganan pasca panen; memaksimalkan percepatan ekstensifikasi lahan sawah baru, dan meminimalkan alih fungsi lahan sawah produktif dari penggunaan lahan lainnya.

Key words : Swasembada beras, Tanaman pangan, Kalimantan Timur.


Keywords


Swasembada beras, Tanaman pangan, Kalimantan Timur.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.31293/af.v10i1.9

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Agrifor (Budidaya Agronomi dan Kehutanan) ISSN ONLINE APRIL 2016 : 2503-4960