Pemanfaatan Pupuk Hayati (Biofertilizer) Berbasis Mikoriza untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kedelai pada Lahan Kering

Ikhlas Hamzani

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian pupuk hayati berbasis mikoriza terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill) pada lahan kering di Kota Medan, Sumatera Utara. Lahan kering di Medan memiliki kendala berupa pH tanah masam, kandungan bahan organik rendah, dan ketersediaan fosfor terbatas yang menghambat pertumbuhan kedelai. Penelitian dilaksanakan dari bulan April hingga Juli 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri atas: P0 (kontrol tanpa pupuk), P1 (pupuk kimia NPK), P2 (mikoriza 5 g/tanaman), P3 (mikoriza 10 g/tanaman), dan P4 (mikoriza 15 g/tanaman). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah polong, bobot biji per tanaman, hasil per hektar, serta sifat fisiko-kimia tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian mikoriza 15 g/tanaman (P4) menghasilkan produktivitas tertinggi sebesar 2,61 ton/ha, meningkat 110,5% dibandingkan kontrol (1,24 ton/ha). Kolonisasi akar oleh mikoriza mencapai 72,5% pada perlakuan P4 dengan peningkatan ketersediaan P-tanah dari 4,3 menjadi 8,7 ppm. Penggunaan pupuk hayati berbasis mikoriza terbukti efektif meningkatkan produktivitas kedelai pada lahan kering Medan dan berpotensi mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia hingga 60%.


Keywords


biofertilizer, kedelai, lahan kering, Medan, mikoriza arbuskular

References


Adisarwanto, T. (2020). Budidaya Kedelai Tropika. Jakarta: Penebar Swadaya.

Aroca, R. P.-L. (2021). Regulation of root water uptake under drought stress conditions. The role of arbuscular mycorrhizal symbiosis. Plant and Soil, 361(1-2), 3-19. doi:https://doi.org/10.1007/s11104-021-04900-z

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Tanaman Pangan Indonesia 2022. Jakarta: BPS-Statistics Indonesia.

Balai Penelitian Tanah. (2021). Petunjuk Teknis Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk. Edisi ke-3. Bogor: Balai Penelitian Tanah.

Balitkabi, (. P. (2021). Deskripsi Varietas Unggul Kedelai. Malang: Balitkabi.

Barea, J. M.-A. (2020). Microbial co-operation in the rhizosphere. Journal of Experimental Botany, 56(417), 1761-1778. doi:https://doi.org/10.1093/jxb/eri197

Giovannetti, M., & Mosse, B. (1980). An evaluation of techniques for measuring vesicular arbuscular mycorrhizal infection in roots. New Phytologist, 84(3), 489-500.

Hasibuan, A. S., & Lubis, K. S. (2023). Peran mikoriza arbuskular dan pupuk organik terhadap efisiensi serapan fosfor kedelai di lahan kering Deli Serdang. Jurnal Pertanian Tropik, 10(2), 112-124. doi:https://doi.org/10.32734/jpt.v10i2.2023

Kurniawan, D. W. (2022). Inokulasi Glomus mosseae terhadap produktivitas kedelai pada ultisol. Agronomi Indonesia, 50(3), 215-225. doi:https://doi.org/10.24831/jai.v50i3.42156

Leifheit, E. F. (2020). Multiple factors influence the role of arbuscular mycorrhizal fungi in soil aggregation: A meta-analysis. Plant and Soil, 374(1-2), 523-537.

Phillips, J. M., & Hayman, D. S. (1970). Improved procedures for clearing roots and staining parasitic and vesicular-arbuscular mycorrhizal fungi for rapid assessment of infection. Transactions of the British Mycological Society, 55(1), 158-161.

Purwanto, H. S. (2021). Kesuburan Tanah Masam Sumatera: Permasalahan dan Solusi. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.

Richardson, A. E. (2021). Plant and microbial strategies to improve the phosphorus efficiency of agriculture. Plant and Soil, 349(1-2), 121-156.

Smith, S. E., & Read, D. J. (2021). Mycorrhizal Symbiosis (4th ed.). London: Academic Press.

Utami, S. A. (2022). Aktivitas fotosintesis dan akumulasi bahan kering kedelai bermikoriza pada kondisi cekaman kekeringan. Jurnal Tanaman Pangan, 41(1), 35-46.




DOI: https://doi.org/10.31293/agrifor.v25i2.9368

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan

link ke situs budidaya tani

 Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

situs web mitra usaha tani