Serapan Tembaga (Cu) Dan Hasil Tanaman Tomat Sebagai Respons Terhadap Pemupukan N, P, K Dan Pupuk Majemuk Mikro Pada Inceptisols Jatinangor

Emma Trinurani Sofyan, Eso Solihin, Ania Citraresmini, Fitri Widiantini, Rahma Dyah Utami

Abstract


Secara umum, Inceptisols merupakan jenis tanah dengan kondisi kesuburan yang masih terbatas terutama terkait ketersediaan unsur hara mikro, sehingga dapat membatasi pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Praktik pemupukan yang hanya mengandalkan unsur hara makro sering kali belum mampu mencapai produktivitas optimal apabila tidak didukung oleh pupuk majemuk mikro, khususnya tembaga (Cu). Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi pengaruh pupuk N, P, K yang dikombinasikan dengan pupuk majemuk mikro melalui aplikasi foliar terhadap penyerapan Cu dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Inceptisols di Jatinangor, serta menentukan kombinasi pupuk yang paling efektif. Percobaan dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2025 di Lahan Percobaan Cileles, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan enam perlakuan dan empat ulangan, yaitu tanpa pupuk (kontrol); 1 dosis rekomendasi N, P, K; 1 N, P, K + ½ majemuk mikro; 1 N, P, K + 1 majemuk mikro; 1 N, P, K + 1½ majemuk mikro; serta ¾ N, P, K + 1 majemuk mikro. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pemberian kombinasi pupuk N, P, K dan pupuk majemuk mikro memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan serapan Cu serta hasil tanaman tomat. Perlakuan berupa ¾ dosis N, P, K yang dikombinasikan dengan 1 dosis pupuk majemuk mikro menghasilkan penyerapan Cu tertinggi sebesar 25,71 mg tanaman⁻¹ serta komponen hasil terbaik, meliputi bobot buah per petak 10,42 g, bobot buah rata-rata 58,75 g, dan diameter buah 45,6 mm.


Keywords


Foliar, Inceptisols, Pupuk majemuk mikro, Pupuk N, P, K; Tomat

Full Text:

PDF

References


Alimuddin, S., Ralle, A., Saida, S., & Syam, N. (2023). Metode Aplikasi Boron Untuk Meningkatkan Produksi Tanaman Jagung (Zea Mays L.) Hibrida. Agrotek: Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian, 7(1), 74–83.

Alloway, B. J. (2013). Heavy Metals in Soils (3rd ed.). Springer.

Arifin, M., Putri, N. D., Sandrawati, A., & Harryanto, R. (2018). Pengaruh posisi lereng terhadap sifat fisika dan kimia tanah pada inceptisols di Jatinangor. soilrens, 16(2).

Badan Pusat Statistik. (2024). Produksi Tanaman Sayuran, 2020-2024. Badan Pusat Statistik.

Broadley, M., Brown, P., Cakmak, I., Rengel, Z., & Zhao, F. (2012). Function of nutrients: micronutrients. In Marschner's mineral nutrition of higher plants (pp. 191-248). Academic Press.

Furqoni, H. (2025). Agronomic and Economic Effectiveness of Zn, Cu, B Microfertilizers on The Growth and Yield of Tomato Plants (Solanum Lycopersicum). Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 9(3), 627-638.

Handayati, W. (2016). Efektivitas pupuk anorganik mikro Green Supe C pada tanaman tomat (Effectiveness of fertilizers inorganic micro Green Supe C on tomato). Gontor AGROTECH Science Journal, 2(2, Suplement), 17–32.

Heriani, N., Zakaria, W. A., & Soelaiman, A. (2013). Analisis keuntungan dan risiko usahatani tomat di Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis, 1(2).

Jing, L., Li, J., Tian, Y., Wu, L., Gao, Y., & Cao, Y. (2025). Optimum N: P: K Ratio of Fertilization Enhances Tomato Yield and Quality Under Brackish Water Irrigation. Plants, 14(16), 2496.

Marschner, H. (2012). Mineral Nutrition of Higher Plants.

Mustamu, N. E. (2015). Pengaruh Pemberian Pupuk Daun Gandasil-D dan Pupuk Organik Cair EM4 Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hipogaea L.) Varietas Macan. Jurnal Agroplasma, 2(1).

[Puslittanak] Pusat Penelitian Tanah & Agroklimat. (2003). Sumber Daya Lahan Indonesia dan Pengelolaannya. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Bogor.

[Puslittanak] Pusat Penelitian Tanah & Agroklimat. (2006). Tanah-Tanah Masam di Indonesia, Inceptisol. Bogor.

Rietra, R. P., Heinen, M., Dimkpa, C. O., & Bindraban, P. S. (2017). Effects of nutrient antagonism and synergism on yield and fertilizer use efficiency. Communications in soil science and plant analysis, 48(16), 1895-1920.

Saputro, R. R. (2023). TA: Teknik Budidaya Tomat Cherry (Lycopersicum esculentum Mill.) Dengan Sistem Hidroponik Irigasi Tetes Di CV. Soebi Agrikultura Indonesia (Doctoral dissertation, Politeknik Negeri Lampung).

Siahaan, W. S. (2024). Pengaruh Dosis Pupuk NPK Dan Kombinasi Pupuk Kandang Ayam Dengan Mikroorganisme Lokal Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum Esculentum Mill.).

Singh, R. K., Bahadur, V., Mishra, S. K., & Sharma, A. (2024). Effect of Nano-fertilizers and Micronutrient Applications on Yield and Economics of Tomato (Lycopersicon esculentum Mill.) cv. Heemsohna. Journal of Scientific Research and Reports, 30(11), 1071-1079.

Soil Survey Staff. (2014). Kunci Taksonomi Tanah (Ketiga ed.). Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Sudirja, R., Joy, B., Yuniarti, A., Sofyan, E. T., Mulyani, O., & Mushfiroh, A. (2017). Beberapa sifat kimia tanah inceptisol dan hasil kedelai (Glycine max L.) akibat pemberian bahan amelioran. In Prosiding Seminar Hasil Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (pp. 198-205).

Wahyurini, E., & Suryawati, A. (2021). Budidaya Dan Keragaman Genetik Tomat.

Wiryanta, B. T. W. (2002). Bertanam tomat. AgroMedia.

Yadav, D., Topno, S. E., & Bahadur, V. (2024). Effect of micronutrients on growth, yield and quality of tomato (Solanum lycopersicum L.).

Yulianingsih, R. R. (2018). Pengaruh Pupuk Kandang Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Piper, 14.




DOI: https://doi.org/10.31293/agrifor.v25i1.9369

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan

link ke situs budidaya tani

 Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

situs web mitra usaha tani