Peningkatan Literasi Tata Ruang Pada Masyarakat Desa Salo Palai Melalui Pendampingan Spasial
Abstract
Desa Salo Palai merupakan wilayah pesisir di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, yang memiliki potensi sumber daya alam cukup besar namun belum didukung oleh literasi tata ruang yang memadai di kalangan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait perencanaan dan pengelolaan ruang melalui pendekatan pendampingan spasial secara partisipatif. Metode pelaksanaan mencakup observasi lapangan, diskusi kelompok, dan pemetaan partisipatif dengan melibatkan mahasiswa dan dosen dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Hasil dari kegiatan ini adalah tersusunnya peta wilayah desa yang dibuat secara kolaboratif menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.8, yang memvisualisasikan batas wilayah, zonasi ruang, dan potensi lokal. Dengan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep dasar tata ruang, sekaligus keterlibatan aktif mereka dalam proses perencanaan wilayah. Selain memberikan manfaat edukatif, kegiatan ini juga membangun kemitraan antara institusi akademik dan masyarakat dalam menyusun tata ruang desa yang lebih berbasis data dan responsif terhadap kebutuhan lokal.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Badan Informasi Geospasial. (2024). Peta rupa bumi Indonesia skala 1:5.000, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Bogor: Pusat Pemetaan Rupabumi Dan Toponim.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan G. (2025). Prakiraan curah hujan bulanan Kalimantan Timur, 2025–2026. Jakarta: BMKG.
Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa. Berita Negara RI Tahun 2014 Nomor 2091.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2022). Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Muara Badak 2022–2042. Tenggarong: Dinas
Undang Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara RI Tahun 2007 Nomor 68 (2007).
Bringle, R. G. ;, & Hatcher, J. A. (1995). A Service-Learning Curriculum for Faculty (Vol. 2). http://hdl.handle.net/2027/spo.3239521.0002.111
Chambers, R. (1994). Participatory rural appraisal (PRA): Analysis of experience. World Development, 22(9), 1253–1268. https://doi.org/10.1016/0305-750X(94)90003-5
Golledge, R. G. (2002). The Nature of Geographic Knowledge. Annals of the Association of American Geographers, 92(1), 1–14. https://doi.org/10.1111/1467-8306.00276
Healey, P. (1997). Collaborative Planning. Macmillan Education UK. https://doi.org/10.1007/978-1-349-25538-2
Kurniadi, D., Mulyani, A., Septiana, Y., & Akbar, G. G. (2019). Geographic information system for mapping public service location. Journal of Physics: Conference Series, 1402(2), 022073. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1402/2/022073
Lasaiba, M. A., Sihasale, D. A., & Osok, R. M. (2025). Pelatihan Pemetaan Spasial Bencana Alam bagi Guru dan Siswa SMA di Wilayah Kepulauan. Jurnal Pengabdian Arumbai, 3(2), 159–169. https://doi.org/10.30598/arumbai.vol3.iss2.pp159-169
McAreavey, R., & Argent, N. (2018). Migrant integration in rural New Immigration Destinations: An institutional and triangular perspective. Journal of Rural Studies, 64, 267–275. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2018.08.001
Nur, A. A., Sandri, D., Ahmada, N. H., Purbandini, R. A., & Purwati, P. (2025). Participatory Planning in Village Spatial Development : Creating Comprehensive Spatial Planning Documents to Enhance Investment and Development Potentials. Jurnal Pengabdian UNDIKMA, 6(1), 10. https://doi.org/10.33394/jpu.v6i1.13958
Otok, B. W., Suharsono, A., Purhadi, P., Standsyah, R. E., & Al Azies, H. (2022). Partitional Clustering of Underdeveloped Area Infrastructure with Unsupervised Learning Approach: A Case Study in the Island of Java, Indonesia. Journal of Regional and City Planning, 33(2), 29–48. https://doi.org/10.5614/jpwk.2022.33.2.3
Zou, L., Liu, Y., Yang, J., Yang, S., Wang, Y., Cao zhi, & Hu, X. (2020). Quantitative identification and spatial analysis of land use ecological-production-living functions in rural areas on China’s southeast coast. Habitat International, 100, 102182. https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2020.102182
DOI: https://doi.org/10.31293/jaus.v4i1.9650
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Abdimas Untag Samarinda
JAUS ISSN ONLINE Juni 2023 : 2988-6317
![]()


JAUS : Jurnal Abdimas Untag Samarinda is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.132







