Evaluasi Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Terhadap Permukiman Di Kecamatan Samarinda Ilir

Charisma T. Tandiayu, Aqmal Nabil Nabawi, Rusdi Doviyanto

Abstract


Perkembangan kawasan perkotaan yang pesat menyebabkan berkurangnya ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH), khususnya di kawasan permukiman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketersediaan RTH di Kecamatan Samarinda Ilir tahun 2025 menggunakan metode kuantitatif deskriptif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis dilakukan melalui metode overlay dan analisis spasial berdasarkan data observasi lapangan, penggunaan lahan, dan kependudukan. Hasil penelitian menunjukkan luas RTH sebesar 1,02 km² atau 17,52% dari total wilayah 5,82 km², masih di bawah standar minimal 30% sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Tingginya kepadatan penduduk sebesar 11.948 jiwa/km² menunjukkan meningkatnya kebutuhan RTH. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan RTH melalui optimalisasi lahan kosong, pembangunan taman lingkungan, dan pengembangan jalur hijau secara berkelanjutan.


Keywords


ruang terbuka hijau, permukiman, Samarinda Ilir

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik Kota Samarinda. (2025). Kecamatan Samarinda Ilir dalam angka 2025. Samarinda: BPS Kota Samarinda.

Caesarina, H. M., & Rahmani, D. R. (2018). Penyediaan ruang terbuka hijau dengan pendekatan kota hijau pada perkotaan Martapura. Jurnal Planoearth, 3(2), 1–8. https://doi.org/10.31764/jpe.v3i2.712

Effendy, S., & Aprihatmoko, F. (2014). Kaitan ruang terbuka hijau dengan kenyamanan termal perkotaan. Agromet, 28(1), 23–32. https://doi.org/10.29244/j.agromet.28.1.23-32

Febryani, R., Herlambang, B. A., & Anam, A. K. (2025). Analisis pola distribusi spasial dan aksesibilitas wilayah administratif menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kota Tegal. Journal Sains Student Research, 4(1), 315–324. https://doi.org/10.61722/jssr.v4i1.8287

Hendri, W. R., Rafiqah, W., Herlianti, Y., Audiva, S. B., & Harianja. (2023). Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis dalam pemetaan batas wilayah Kecamatan Kuantan Hilir. Jurnal Planologi dan Sipil, 6(1). https://doi.org/10.36378/jps.v6i1.5268

Karouw, C. J. V., Tilaar, S., & Sela, R. L. E. (2019). Kajian ketersediaan dan sebaran ruang terbuka hijau di Kota Tondano. Jurnal Spasial, 6(3), 881–891. https://doi.org/10.35793/sp.v6i3.26820

Kementerian Pekerjaan Umum. (2008). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 tentang pedoman penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.

Wibowo, J. E., Wahyudi, W., & Siburian, R. H. (2020). Analisis ketersediaan dan kebutuhan ruang terbuka hijau publik pada kawasan perkotaan Bintuni di wilayah Distrik Manimeri. Median: Jurnal Ilmu-Ilmu Eksakta, 12(3), 106–113. https://doi.org/10.33506/md.v12i3.1100

Lamba, N., Aksa, K., & Amri, E. (2025). Strategi penguatan fungsi dan distribusi ruang terbuka hijau berbasis spasial dalam perencanaan tata ruang perkotaan Nabire. Urban and Regional Studies Journal, 8(1). https://doi.org/10.35965/ursj.v8i1.7632

Nurfadhil, R., & Zain, A. F. M. (2024). Evaluasi ketersediaan ruang terbuka hijau dan penerapan konsep kota hijau di Provinsi DKI Jakarta. Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan), 8(1), 76–95. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2024.8.1.76-95

Pemerintah Kota Samarinda. (2023). Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 7 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Samarinda Tahun 2023–2042. Samarinda: Pemerintah Kota Samarinda.

Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Putri, P., & Zain, A. F. M. (2012). Analisis spasial dan temporal perubahan luas ruang terbuka hijau di Kota Bandung. Jurnal Lanskap Indonesia, 2(2). https://doi.org/10.29244/jli.2010.2.2.%p

Rahmawati, L., Febrian, W. D., Fachruzzaki, F., Mardiyati, S., Lengam, R., & Suarnatha, I. P. D. (2024). Pengembangan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk analisis spasial dalam pengambilan keputusan. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(2), 4058–4068. https://doi.org/10.31004/jrpp.v7i2.26929

Santi, S., Belinda, S., & Rianty, H. (2019). Identifikasi iklim mikro dan kenyamanan termal ruang terbuka hijau di Kendari. NALARs, 18(1), 23–34. https://doi.org/10.24853/nalars.18.1.23-34

Surachman, D., Saputra, A., Darnardono, D., Wibowo, A. A., Yoshida, M., Noermartanto, C. A. T., Annibras, N. Z., Maulida, D. A., Rizky, M. F., Alhakim, F. T., & Ajie, W. A. Y. B. (2025). Ecological evaluation of urban heat island at Tegal Regency, Central Java Province, Indonesia. EnvironmentAsia, 18(1), 62–77. https://doi.org/10.14456/ea.2025.6

Syafazerlinda, S., Zain, A. F. M., & Pribadi, D. O. (2025). Dinamika ruang terbuka hijau di Surabaya sebagai kota hijau (Green Open Space Dynamics in Surabaya as a Green City). Journal of Regional and Rural Development Planning (Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan), 9(3), 242–252. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2025.9.3.242-252

Yunus, H. S. (2016). Perencanaan wilayah dan kota. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 TERRACITAS : Toward Sustainable Territorial & Urban Planning