Analisis Kebutuhan Sarana Pendidikan Berdasarkan Standar Pelayanan Minimal di Kecamatan Samarinda Ulu

Januar Mahendri, Andi Sitti Astati

Abstract


Kecamatan Samarinda Ulu merupakan kawasan perkotaan dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan permukiman yang pesat sehingga memerlukan sarana pendidikan yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat ketersediaan sarana pendidikan berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan SNI 03-1733-2004. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis dilakukan dengan membandingkan jumlah fasilitas pendidikan eksisting terhadap kebutuhan berdasarkan jumlah penduduk dan standar pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketersediaan sarana pendidikan di Kecamatan Samarinda Ulu masih belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan. Sarana SMP memiliki tingkat ketersediaan tertinggi sebesar 69,2%, sedangkan TK terendah sebesar 28,6%. Sementara itu, tingkat ketersediaan SD mencapai 44,2%, serta SMA dan SMK masing-masing 34,6%. Kondisi ini menunjukkan perlunya pemerataan dan pengembangan sarana pendidikan guna mendukung pelayanan pendidikan yang lebih merata dan berkelanjutan

Full Text:

PDF

References


Adimagistra, T., & Pigawati, B. (2016). Evaluasi Penyediaan Sarana dan Prasarana di Perumahan Puri Dinar Mas Semarang. Jurnal Pengembangan Kota, 4(1), 58–66.

DOI 10.14710/jpk.4.1.58-66

Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2004). SNI 03-1733-2004 Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Pusat Statistik Kota Samarinda. 2025. Kecamatan Samarinda Ulu Dalam Angka 2025. Samarinda: BPS Kota Samarinda.

Badan Pusat Statistik Kota Samarinda. 2025. Kecamatan Samarinda Ulu Dalam Angka 2025. Badan Pusat Statistik Kota Samarinda Samarinda: BPS Kota Samarinda..

Diany, W. F., & Mardiansjah, F. H. Kajian Perbandingan Ketersediaan Fasilitas Pendidikan Antar-Kecamatan Sebelum Dan Sesudah Pemekaran Di Kabupaten Kerinci. Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman, 4(2), 226-240. https://doi.org/10.20961/desa-kota.v4i2.50103.226-240

Maharani, T. E., & Suwandono, D. (2025). Evaluasi Ketersediaan Prasarana Pendidikan Di Kelurahan Wulung. Ruang, 11(1), 11-20. https://doi.org/10.14710/ruang.11.1.11-20

Hidayat, A., & Nugroho, D. 2022. Analisis Ketersediaan Sarana Pendidikan Berdasarkan Standar Pelayanan Minimal di Kawasan Perkotaan. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 17(2), 115–124.

Hidayatullah, S., Hibban, I., & Salabi, A. S. (2025). Management of Facilities, Infrastructure and Human Resources for Optimizing Learning in Dayah. Jurnal Inovatif Manajemen Pendidikan Islam. https://doi.org/10.38073/jimpi.v4i1.2275

Ibnu, M., Saputra, I. A., Maliki, R. Z., Budianta, A., & Ali, Z. (2023). Carrying Capacity of Education Facilities in Banawa Sub-District, Central Sulawesi Province. Tunas Geografi. https://doi.org/10.24114/tgeo.v12i2.50934

Jiang, J., Wang, Z., & Yong, Z. (2024). Spatial Distribution and Accessibility Analysis of Primary School Facilities in Mega Cities: A Case Study of Chengdu. Sustainability, 16(2), 723.

https://doi.org/10.3390/su16020723

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2021. Pedoman Penyediaan Sarana dan Prasarana Pendidikan. Jakarta: Kementerian PUPR.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2022. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 32 Tahun 2022 tentang Standar Teknis Pelayanan Minimal Pendidikan. Jakarta.

Kementerian Pendidikan dan Prasarana Wilayah Republik Indonesia. 2001. Keputusan Menteri Pendidikan dan Prasarana Wilayah Nomor 534/KPTS/M/2001 tentang Pedoman Penentuan Standar Pelayanan Minimal Bidang Penataan Ruang, Perumahan dan Pendidikan serta Pekerjaan Umum. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Prasarana Wilayah Republik Indonesia.

Maulana, M. F. and Nuraini, I. (2025). The Role of Economic, Health, and Educational Facilities and Infrastructure in Community Welfare in Districts and Cities in East Java Province. Jurnal Ilmu Ekonomi JIE. doi: 10.22219/jie.v9i01.39853.

Republik Indonesia. 2004. SNI 03-1733-2004 Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Riyandi, S., Irsyad, A., Nurwahyu, F., & Nifansa, A. R. (2023). Sistem Informasi Geografis Pemetaan Indomaret Di Kecamatan Tenggarong Berbasis Quantum GIS. Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Teknologi dan Sistem Informasi (PETISI). https://doi.org/10.30872/petisi.v1i2.1066

Sakti, A. D., et al. (2021). School Location Analysis by Integrating the Accessibility and Spatial Hazard Factors in West Java, Indonesia. ISPRS International Journal of Geo-Information, 11(1), 12. https://doi.org/10.3390/ijgi11010012

Wahjoerini, W., Prakasa, R. R., & Pamurti, A. A. (2022). Analisis Ketersediaan Sarana dan Prasarana Permukiman Kecamatan Semarang Tengah. Indonesian Journal of Spatial Planning, 3(1), 22–28.

https://doi.org/10.26623/ijsp.v3i1.5253

Zhang, Z., Luan, W., Tian, C., & Su, M. (2025). Impact of Urban Expansion on School Quality in Compulsory Education: A Spatio-Temporal Study of Dalian, China. Land. https://doi.org/10.3390/land14020265


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026