REST HOUSE DESA BATU-BATU KABUPATEN BERAU

ANDRI RESPIANDY

Abstract


Kebutuhan para pengguna akan adanya tempat beristirahat sejenak membutuhkan rest house yang sesuai standar dan layak memenuhi syarat dengan tidak mengesampingkan perilaku pengguna yang telah ada. Suatu rest house yang baik harus dapat memfasilitasi kebutuhan- kebutuhan para pengguna yang beristirahat berdasarkan hasil pengamatan serta evaluasi desain yang berbasis tingkat kepuasan pengguna dengan memperhatikan analisa perilaku dan kebutuhan para pengguna selama di perjalanan.  Didalam menganalisa perilaku yang perlu diperhatikan adalah bagaimana orang menggunakan elemen arsitektur secara pribadi, berpasangan, kelompok kecil, dan kelompok besar. Apa saja yang mereka lakukan, bagaimana aktifitas saling berkait, apa pengaruhnya terhadap si pengguna, dan bagaimana elemen fisik itu berpengaruh terhadap kegiatan. Proses perancangan rest house melewati beberapa tahapan, yaitu: (1) tahap pengumpulan data, (2) tahap analisis dan sintesis, dan (3) tahap konsep perancangan bangunan.  Faktor waktu berhenti yang terbatas bagi pengguna rest house menuntut kemudahan akses dan kejelasan orientasi bagi para pengguna. Organisasi fasilitas-fasilitas yang terdapat pada rest house dengan memperhatikan hubungan dan kedekatan antar fasilitas, kemudahan akses dan pencapaian, kemudahan serta besaran kelompok pengunjung yang datang.

Keywords


Arsitektur perilaku, rest house, pola aktifitas pengguna, konsep.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


VOL 1. NOMOR 1. AGUSTUS 2012