PERBANDINGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA ANTARA METODE BOW DAN SNI PADA PEKERJAAN PERLUASAN GEDUNG LABORATORIUM BBPOM SAMARINDA

RIZKI NUR RAHMAN

Abstract


Keuntungan Finansial yang diperoleh Kontraktor tergantung pada kecakapannya membuat perkiraan biaya. Bila Penawaran Harga yang diajukan di dalam proses Lelang terlalu tinggi, kemungkinan besar kontraktor akan mengalami kekalahan. Sebaliknya bila memenangkan lelang dengan harga terlalu rendah, akan mengalami kesulitan dibelakang hari oleh karena itu perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan proyek untuk merencanakan dan mengendalikan sumber daya seperti material, tenaga kerja, pelayanan maupun waktu. Untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan pembangunan gedung dan bangunan dibilang konstruksi, diperlukan suatu sarana dasar perhitungan harga satuan yaitu analisa biaya konstruksi. Analisa biaya konstruksi yang selama ini dikenal diantaranya analisa BOW dan SNI. Dalam penyusunan harga satuan pekerjaan data – data yang mendukung diantaranya Gambar bestek, RAB Penawaran Kontraktor, RKS, daftar harga bahan dan upah pada daerah penelitian. Dari perhitungan analisa harga satuan yang dilakukan didapatkan perbandingan harga satuan dengan metode BOW dan SNI. Dan menghasilkan anggaran biaya yang ekonomis dengan menggunakan metode SNI, yaitu sebesar Rp. 4,632,970,962,12 sedangkan hasil anggaran biaya dengan metode BOW, yaitu sebesar Rp. 5,966,499,130,10.

Keywords


RAB, BOW, SNI. Harga Satuan Pekerjaan

Full Text:

pdf

References


Mukomoko, Ir, 1994, Dasar Penyusunan Anggaran Biaya Bangunan,

Gaya Media Pratama, Jakarta.

Rochmanhadi, Ir, Analisa Anggaran Biaya Gedung, Departemen Pekerjaan Umum,

Jakarta.

Muhammad Khalid Hmstudi, 2008, Analisa Harga Satuan Pekerjaan Pada Konstruksi Gedung Dengan Metode BOW dan SNI, Lapangan Universitas Islam Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


VOL 1. NOMOR 1. AGUSTUS 2012