ANALISIS PERKIRAAN PENUMPANG PADA PEMBANGUNAN BANDAR UDARA MARATUA, KABUPATEN BERAU

TUKIMUN & PURWANTO

Abstract


Pengembangan transportasi wilayah, khususnya transportasi udara dalam rangka menunjang arahan struktur tata ruang, diantaranya adalah pengembangan transportasi udara di Provinsi Kalimantan Timur ke daerah Kabupaten Berau. Kabupaten Berau adalah merupakan salah satu daerah yang secara geografis merupakan daerah kepulauan. Kondisi ini mengakibatkan suatu konsekuensi keprihatinan pada sektor Perhubungan dan Transportasi, baik yang menyangkut sub sektor Perhubungan Darat dan Laut, terlebih-lebih pada sub sektor Perhubungan Udara.

Dalam perencanaan sebuah fasiltas bandar udara tentunya diperlukan data-data yang akurat untuk menghasilkan produk perencanaan yang baik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan analisis terhadap perkiraan penumpang dan kemungkinan terjadinya alih moda dan pengembangan rute baru pada pembangunan Bandar Udara Maratua di Berau.

Bedasarkan hasil analisis yang dilakukan untuk meramalkan jumlah penumpang maka diambil skenario yang moderat untuk tahun 2013 diramalkan 63.009 penumpang, tahun 2018 diramalkan sebesar 84.478 penumpang, tahun 2023 sebesar 105.947 penumpang dan untuk tahun 2028 adalah sebesar 127.416 penumpang.

Dari hasil analisis terhadap kemungkinan terjadinya alih moda penerbangan udara (Split Moda) didapatkan tingkat probabilitas rute Berau – Maratua sebesar 24,593%, biaya sebesar Rp. 453.865,00 dan waktu tempuh 15 menit sedangkan rute Tarakan – Maratua nilai probabilitasnya adalah 23,680% dengan biaya yang dikeluarkan Rp. 644.046,00 dengan waktu tempuh 30 menit.

Untuk rute utama adalah Berau-Maratua dan Tarakan-Maratua sampai tahun 2020, kemudian menambah skenario baru rute Balikpapan-Maratua. Dan diramalkan untuk sampai tahun 2028 diperkirakan pergerakan pesawat sebesar 4.472 buah pertahun dan pergerakan penumpang sebesar 127.735 penumpang pada tiap tahunnya.

Keywords


Perkiraan Penumpang Pesawat, Bandar Udara Maratua

Full Text:

doc

Refbacks

  • There are currently no refbacks.