PERKEMBANGAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN ADMINISTRASI PUBLIK DALAM KEBIJAKAN DI MASA DEPAN
Abstract
Pembangunan berkelanjutan tampil sebagai konsep atau pendekatan baru, sebagai koreksi atas kebijakan-kebijakan atau strategi pembangunan yang dianut pasca Perang Dunia ke II sampai dasawarsa 1980-an yang dinilai gagal mencapai tujuan, yaitu menciptakan kesejahteraan rakyat bagi masyarakat masa kini maupun umat manusia di masa yang akan datang. Konsep ini dilahirkan oleh bangkitnya kesadaran bahwa pembangunan ekonomi telah melampaui daya dukung lingkungan alam, sehingga keberlanjutan upaya membangun kesejahteraan bahkan kelangsungan kehidupan umat manusia di atas bumi ini dipertanyakan.
Indonesia menjadi tuan rumah dari konferensi dunia yang akan membahas mengenai masalah perubahan iklim yang disebabkan oleh pola kehidupan dan kezaliman yang dilakukan oleh manusia terhadap alam dan lingkungannya.
Namun apabila kita berbicara mengenai “lingkungan” dalam konsep pembangunan yang berkelanjutan, pengertiannya bukan hanya terbatas pada lingkungan alam tetapi juga lingkungan sosial–ekonomi. Ada keterkaitan yang erat dan pengaruh timbal balik antara keduanya. Oleh karena itu, maka dalam paham pembangunan yang ingin dikembangkan, pembangunan tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan, meskipun pertumbuhan itu penting dan tidak dapat tidak harus ada untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan. Tetapi, bagaimana pertumbuhan itu dihasilkan dan bagaimana pendistribusiannya, tidak kalah pentingnya dari pertumbuhan itu sendiri.
Keywords
Full Text:
pdfReferences
BIBLIOGRAFI
Chambers, Robert. “Poverty dan Livelihoods: Whose Reality Counts?”, dalam Üner Kirdar dan Leonard Silk (ed.). People: From Improverishment to Empowerment. New York: New York University Press. 1995.
Drucker, Petter F. The New Realities in Government and Politics/InEconomics and Business/In Society and World View. New York: Harper & Row Publisher, 1989.
Dunleavy, Patrick. Democracy, Bureaucracy and Public Choice. New York:Harvester Wheatsheaf, 1991.
Gulick, Luther dan Lyndall Urwick (eds.) Papers on the Science ofAdminstration. New York: Institute of Public Administration, 1937.
Heady, Ferrel. Public Administration: A Comparative Perspective. 5th, ed. New York:Marcel Dekker,1995. Brundtland Commission. 1987.
Montgomery, John D. Bureaucrats and People: Grassrool Participation inThird World Development. Baltimore: The John Hopkins University Press, 1988.
Osborne, David dan Ted Gaebler. Reinventing Government: How the Enterpreneurial Spirit is Transforming the Public Sector. New York: Penguin. 1993.
Riggs, Fred W. Administration in Developing Countries:The Theory of Prismatic Society. Boston:Houghton Mifflin Company, 1964.
Rondinelli, Dennis A. Why Secondary Cities are Critical for National Development, Secondary Cities in Developing Countries: Policies for Difussing Urbanization. Beverly Hills: Sage Publications.1983.
Simon, Herbert A. Administrasive Behaviour: A Study of Decission Making Processes in Administrative Organization. London: MacMillan Publishing Company. 1976.
Taylor, Frederick W. Scientific Management. Testimony before the US House of representatives. 25 Januari, 1912.
Weber, Max. “Bureaucracy”, dalam Hans H. Gerth, From Max Weber: Essay in Sociology. London: Oxford Univerity Press, Inc. 1973 (Dimutakhirkan)..
Wilson, Woodrow. “ The Study of Administration”., dalam Jay M. Shafritz dan Albert C. Hyde (ed.). Classic of Public Administration. Belmont, CA.: Wadsowrt Publishing Company.1992.
DOI: https://doi.org/10.31293/ddk.v26i2.9249
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2025 Nanik Pujiastuti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Indexing:

