ANALISA KONEKTIVITAS DAN AKSESIBILITAS JALAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Chitia Agustina Wulandari, Zony Yulfadli, Tukimun Tukimun, Mohd Haziman Wan Ibrahim

Abstract


Konektivitas dan Aksesibilitas jalan di Provinsi Kalimantan Timur sangat dibutuhkan untuk menciptakan keterpaduan transportasi wilayah sehingga mampu memberikan peran strategis dalam aspek ekonomi, sosial budaya, lingkungan, politik, serta pertahanan dan keamanan, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat khususnya di Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis terhadap kondisi konektivitas dan aksesbilitas jaringan jalan Provinsi dengan pengukuran Indeks Konektivitas dan indeks aksesbilitas sebagai salah satu indikator dalam mengukur keterhubungan wilayah-wilayah di Provinsi Kalimantan Timur yang terdiri dari 7 kabupaten dan 3 kota. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah dengan metode kuantitatif yaitu perhitungan menggunakan rumus indeks Konektivitas dan indeks aksesbilitas. Hasil dari Analisa indeks konektivitas (β) menunjukkan Kabupaten Berau memiliki indeks konesktivitas β = 0,9 (kategori sedang), Kabupaten Kutai Barat adalah β = 0,38 (kategori rendah), Kabupaten Kutai Kartanegara adalah β = 0,49 (kategori rendah), Kabupaten Kutai Timur adalah β = 1,08 (kategori tinggi), Kabupaten Mahakam Ulu adalah β = 0,60 (Kategori Sedang), Kabupaten Paser adalah β = 0,34 (kategori rendah), Kabupaten Penajam Paser Utara adalah β = 0,87 (kategori sedang), Kota Balikpapan adalah β = 0,79 (kategori sedang), Kota Bontang adalah β = 2,0 (kategori tinggi) dan Kota Samarinda adalah β = 1,97 (kategori tinggi). Hasil analisis terhadap indeks aksesbilitas menghasilkan Indeks Aksesbilitas Kabupaten Berau sebesar 0,0002029 < SPM. 0,05 (dibawah standar pelayanan minimum), Indeks Aksesbilitas di Kabupaten Kutai Barat sebesar 0,0000674 < SPM. 0,05 (dibawah standar pelayanan minimum), indeks aksesbilitas Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar 0,0001782 < SPM. 0,05 (dibawah standar pelayanan minimum), indeks aksesbilitas Kabupaten Kutai Timur sebesar 0,0001749 < SPM. 0,05 (dibawah standar pelayanan minimum), indeks aksesbilitas Kabupaten Mahakam Ulu sebesar 0,0000632 < SPM. 0,05 (dibawah standar pelayanan minimum), indeks aksesbilitas Kabupaten Paser sebesar 0,0003026 < SPM. 0,05 (dibawah standar pelayanan minimum), indeks aksesbilitas Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 0,0025684 < SPM. 0,05 (dibawah standar pelayanan minimum), indeks aksesbilitas Kota Balikpapan sebesar 0,0157729 < SPM. 0,05 (dibawah standar pelayanan minimum), Indeks aksesbilitas Kota Bontang sebesar 0,0761138 < SPM. 0,05 (dibawah standar pelayanan minimum), dan indeks aksesbilitas Kota Samarinda sebesar 0,00937 < SPM. 0,05 (dibawah standar pelayanan minimum). Seluruh indeks aksesbilitas kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Timur indeks aksesbilitasnya dibawah standar pelayanan minimum (SPM) berdasarkan Keputusan Menteri Kimpraswil No. 524/KPTS/M/2001. Kondisi ini mengingat luas wilayah yang besar tidak diimbangi dengan jumlah infrastruktur jalan yang memadai (tidak seimbang).

Keywords


Konektivitas, Aksesbilitas, Jalan Provinsi, Kalimantan Timur

Full Text:

PDF

References


Budi Sugiarto Waloejo, Imma Widyawati Agustin, Septiana Hariyani, Calvin Elyana Chan (2023). Accessibility and Connectivity of Connecting Road Probolinggo - Lumajang. Civil Engineering and Architecture, 11(5A), 3221 - 3229. DOI: 10.13189/cea.2023.110831.

Direktorat Jenderal Bina Marga. (2021). Laporan Kinerja Jalan Nasional. Kementerian PUPR.

Fithra, H. (2017). Konektivitas jaringan jalan dapak pengembangan wilayah di zona utara Aceh. Aceh: SEFA BUMI PERSADA.

Kementerian Pekerjaan Umum. (2010). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2010 tentang Pedoman Pemanfaatan dan Penggunaan Bagian Jalan.

Kementerian Pekerjaan Umum. (2011). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 19/PRT/M/2011 tentang Pedoman Penanganan Jalan.

Kementerian Permukiman dan Prasarana Wilayah. (2001). Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 534/KPTS/M/2001 tentang Pedoman Standar Pelayanan Minimal Bidang Penataan Ruang, Perumahan dan Permukiman, serta Pekerjaan Umum.

Lukman, W. K., & Prakoso, B. S. E. (2020). Interaksi antara jaringan jalan dengan struktur ruang Kabupaten Kendal. (Skripsi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta).

Mafflichah, B., Hariyani, S., Sutikno, F. R. (2023). Tingkat Konektivitas Dan Aksesibilitas Jaringan Jalan Antar Wilayah Sidoarjo - Mojokerto. Cakrawala: Jurnal Litbang Kebijakan, 17(2), 239-251. https://doi.org/10.32781/cakrawala.v17i2.574.

Pan, A. I. H., Da Costa, D. G. N., & Seran, S. S. L. M. F. (2023). Analisis aksesibilitas dan mobilitas masyarakat Kecamatan Alak dan Kecamatan Kelapa Lima menuju RSUD Johannes Kupang. (Skripsi, Universitas Katolik Widya Mandira, Kupang).

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 132.

Republik Indonesia. (2006). Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 86.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96.

Republik Indonesia. (2012). Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244.

Republik Indonesia. (2023). Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah.

Sukirman, S. (1999). Dasar-dasar Perencanaan Geometrik Jalan. Bandung: Nova.

Tamin, O. Z. (2008). Perencanaan, pemodelan, dan rekayasa transportasi. Institut Teknologi Bandung.

Tukimun, S. A., Ramli, M. I., & Latief, R. U. (2021). Multi Airports Optimization Model in Supporting Integrated Air Transportation Networks in East Kalimantan Province. Design Engineering, 5174-5185.

Tukimun, T. (2021). Model Optimasi Multi Bandar Udara dalam Mendukung Jaringan Transportasi Udara Terintegrasi di Provinsi Kalimantan Timur (Doctoral dissertation, Universitas Hasanuddin).

Tukimun, T., Soeri, V., & Suharto, S. (2022). Konsep perencanaan infrastruktur transportasi smart, integrated sustainable & environment friendly di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Kurva S: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil, 10(2), 59-75.




DOI: https://doi.org/10.31293/ddk.v27i1.9651

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Chitia Agustina Wulandari, Zony Yulfadli, Tukimun Tukimun, Mohd Haziman Wan Ibrahim

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Indexing: