BARKOD DNA TUMBUHAN PEGAGAN (Centella asiatica (L) Urban) BERDASARKAN GEN rbcL DAN matK

Bastian Nova, Epi Supri Wardi, Irwandi Irwandi, Atika Aulia Sari

Abstract


Pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) adalah tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Identifikasi tanaman pegagan diperlukan untuk memastikan spesiesnya. Salah satu metode identifikasi tanaman adalah DNA barcoding. Primer yang umum digunakan dalam DNA barcoding tanaman adalah primer rbcL dan matK. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui primer DNA barcoding terbaik yang digunakan dalam mengidentifikasi pegagan hijau, merah, embun, dan kapsul pegagan menggunakan gen matK dan rbcL. Isolasi DNA dilakukan dengan menggunakan Thermo Scientific GeneJet Plant Genomic DNA Purification Mini Kit. Berdasarkan pencarian pada sistem BOLD, primer matK untuk pegagan hijau menunjukkan identitas 100% dengan Centella asiatica, sementara pegagan merah menunjukkan kemiripan 99,13% dengan Hydrocotile ranunculoides, pegagan embun menunjukkan kemiripan 98,13% dengan Hydroccotyle hyrta, dan kapsul pegagan menunjukkan kemiripan 99,03% dengan Hydrocotyle hyrta. Untuk primer rbcL, pegagan hijau menunjukkan kemiripan 99,81% dengan Hydrocotyle bowlesiodes, dan pegagan merah menunjukkan kemiripan 100% dengan Hydrocotyle vulgaris. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa gen matK lebih baik digunakan dalam mengidentifikasi tanaman pegagan karena memiliki kemampuan untuk membedakan tanaman hingga tingkat spesies daripada gen rbcL.


Keywords


Pegagan, Primer, DNA Barcoding, rbcL, matK

References


CBOL (Consortium for the Barcode of Life) Plant Working Group (2009) A DNA Barcode for Land Plant. Proceeding of the National Academy of Sciences.

Dick CW, K. W. (2009) ‘Dissecting tropical plant diversity with forest plots and a molecular toolkit’, 59(Bioscience), pp. 745–755.

Hebert et al (2003) ‘Biological identifications through DNA barcodes’, Proc. Roy.(270), pp. 313–321.

Hyne, K. (1987) ‘Tumbuhan Berguna Indonesia Jilid II. Terjemahan Litbang Kehutanan’, in Terjemahan Badan Litbang Kehutanan. Jakarta: Yayasan Sarana Wana Jaya.

Julianti, E. et al (2015) ‘10547-21010-1-SM (1).pdf’.

Kalangi, C. Kamu, V,S. & Kumaunang, M. (2014) ‘DNA Tanaman leilem (minahassae L.) berdasarkan Gen matK’, Clerodendum., 3(2).pp, pp. 108–112.

Kalangi, C., Kamu, V. S. and Kumaunang, M. (2014) ‘DNA Tanaman Leilem minahassae L .) Berdasarkan Gen matK ( Clerodendrum’, 3(2), pp. 108–112.

Lahaye et al (2008) ‘DNA barcoding the floras of biodiversity hotspots’, 105(8)(Proc. Nat. Acad. Sci), pp. 2923–2928.

Lahaye, R., Van der Bank, M.,

Maurin, O., Duthoit, S. and Savolainen, V. (2008) ‘A DNA barcode for the flora of the Kruger National Park (South Africa)’, South African Journal of Botany, 74(2), pp. 370–371. doi: 10.1016/j.sajb.2008.01.073.

Muladno (2010) Teknologi Rekaya Genetika Edisi Kedua. Bogor: IPB Press.

Rohimah, S., Mukarramah, L., Sindiya, V., S., V. Y., K., G. A. and Su’udi, M. (2018) ‘Eksplorasi Jenis dan Potensi DNA BARCODE ANGGREK Thrixspermum Secara In Silico’, Jurnal Biodjati, 3(2), pp. 50–58. doi: 10.15575/biodjati.v3i2.3409.

Soerahso, Y. Widiastuti, dan J. R. H. (1992) ‘Tinjauan penggunaan pegagan sebagai obat tradisional dari berbagai perpustakaan’, 1(2)(Warta Tumbuhan Obat Indonesia), p. 6970.

Virgilio M, Jordaens K, Breman F, et al (2012) ‘Turning DNA barcodes into an alternative tool for identification: African fruit flies as a model (Poster).’, Consortium for the Barcode of Life (CBOL).

Xue CY, L. D. (2011) ‘Use of dna barcode sensu lato to identify traditional Tibetan medicinal plant Gentianopsis paludosa (Gentianaceae)’, 49 (3):(J. Sys. Evol), pp. 267–270.




DOI: https://doi.org/10.31293/agrifor.v25i1.7569

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan

link ke situs budidaya tani

 Creative Commons License
AGRIFOR : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

situs web mitra usaha tani