PENENTUAN JUMLAH PESANAN EKONOMIS PERSEDIAAN VAKSIN MENINGITIS MENVEO PADA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN (KKP) KELAS II SAMARINDA

Nurhidayati - rina

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah pesanan yang ekonomis pada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Samarinda untuk vaksin meningitis Menveo dan juga untuk mengetahui besarnya jumlah pesanan ekonomis vaksin meningitis Menveo untuk setiap kali frekuensi pemesanan.

Alat analisis yang digunakan adalah berupa model Economic Order Quantity (EOQ) terhadap data hasil penelitian seperti biaya pemesanan, biaya penyimpanan, harga dan jumlah pemakaian vaksin meningitis Menveo pada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Samarinda.

Hasil dari analisis yang dilakukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa apabila Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Samarinda melakukan kegiatan pemesanan persediaan vaksin meningitis Menveo dalam jumlah 14.000 vial dengan frekuensi pesanan sebanyak 1 kali dalam setahunnya maka menimbulkan total biaya persediaan selama setahun sebesar Rp 5.874.000,00.

Hasil perhitungan dengan menggunakan model EOQ dengan cara formula menunjukkan bahwa jumlah pemesanan ekonomis persediaan vaksin meningitis Menveo pada Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Samarinda, yaitu sebanyak 11 kali pemesanan dalam setahun dengan jumlah 1.297 vial tiap kali pesan untuk pemakaian selama 33 hari. Sedangkan untuk waktu pemesanan kembali adalah pada saat persediaan vaksin di KKP Kelas II Samarinda berada pada jumlah 2.800 vial dengan waktu tenggang pemesanan selama 60 hari.

Total biaya persediaan selama setahun yang dikeluarkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Samarinda, yakni sebesar Rp 5.874.000,00 terlihat jauh berbeda dengan total biaya persediaan dengan menggunakan model EOQ (formula), yakni sebesar Rp 1.079.259,02 per tahunnya. Biaya persediaan dengan menggunakan model ini akan mampu menghemat biaya persediaan sebesar Rp 4.794.740,98 (Rp 5.874.000,00 - Rp 1.079.259,02). Ataupun dengan cara tabel yakni sebesar Rp 1.079.454,54 per tahunnya. Biaya persediaan dengan menggunakan model ini akan mampu menghemat biaya persediaan sebesar Rp 4.794.545,46 (Rp 5.874.000,00 - Rp 1.079.454,54).

Selisih antara biaya persediaan dengan menggunakan cara perhitungan formula (Rp 1.079.259,02) dengan biaya persediaan menggunakan cara tabel (Rp 1.079.454,55) yakni sebesar Rp 195,53.


Keywords


EOQ, Frekuensi pemesanan ekonomis dan ROP

References


Herjanto. Eddy, 2007, Manajemen Operasi, Edisi Ketiga, Cetakan Keenam, PT. Grasindo, Jakarta.

Manullang. Marihot, 2005, Pengantar Manajemen Keuangan, Andi, Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.