ANALISIS SIMPANG BERSINYAL JALAN IR. H. JUANDA-JALAN P. ANTASARI- JALAN MAYJEND MT. HARYONO - JALAN P. SURYANATA KOTA SAMARINDA

HAIDIR FATHUR RAKHMAN

Abstract


Kemacetan lalu lintas terjadi hampir di seluruh kota, salah satunya adalah Kota Samarinda yang setiap harinya mengalami kemacetan lalu lintas. Untuk mengatasi kemacetan lalu lintas diperlukan sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Mobilitas yang tinggi untuk melaksanakan aktifitas kehidupan sehari-hari menuntut tersedianya sarana dan prasarana yang aman, nyaman dan lancar.

Salah satu titik ruas jalan yang mempunyai peranan di Kota Samarinda adalah Simpang 4 Air Putih, yaitu pada ruas jalan Ir. H. Juanda, jalan P. Antasari, jalan Mayjend. MT. Haryono dan jalan P. Suryanata yang merupakan salah satu bukti nyata kemacetan lalu lintas yang ada di Kota Samarinda. Kemacetan dan panjang antrian semakin terlihat di simpang 4 Air Putih, karena titik tersebut merupakan pusat akumulasi kendaraan dari kawasan pelabuhan, pasar pagi, terminal sei kunjang, pergudangan, dan sekitarnya yang juga merupakan pusat pertokoan, sarana perkantoran, sarana pendidikan, serta pemukiman padat penduduk.

Mobilitas yang tinggi untuk melaksanakan aktifitas kehidupan sehari-hari menuntut tersedianya sarana dan prasarana yang aman, nyaman dan lancar. Tuntutan pelaksanaan aktifitas tersebut di sesuaikan dengan dinamika kehidupan masyarakat yang beraneka ragam. Hal ini membutuhkan terpenuhinya angkutan umum dan angkutan kota yang lebih baik.

Analisis kinerja simpang bersinyal  Jalan Ir. H. Juanda-Jalan P. Antasari- Jalan Mayjend MT. Haryono -Jalan P. Suryanatakota Samarinda menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 1997 (MKJI’97) didapat sebagai berikut ;

a. Evaluasi Eksisting Simpang

ü  Kapasitas rata-rata 640,3 smp/jam

ü  Derajat kejenuhan  rata-rata 67,50

ü  Tundaan Simpang rata rata 67,50 detik/smp

ü  Tingkat pelayanan (level of service/LOS) kondisi awal simpang bersinyaldirata-rata v/c = 0,93> 0,85 mempunyai tingkat pelayanan (LOS) = E, Arus tidak stabil, kecepatan terkadang terhenti volume.

 

  1. Perencanaan dengan desain pelebaran simpang

ü  Kapasitas rata-rata 645,54 smp/jam

ü  Derajat kejenuhan rata rata 0,74

ü  Tundaan Simpang rata rata 45,506 detik/smp


Keywords


Evaluasi, Kinerja,dan Simpang bersinyal

Full Text:

doc

References


Ahmad Munawar, 2004, Manajemen Lalu Lintas Perkotaan, “Beta Offset” Jogjakarta

Alamsyah, Alik, 2005, Rekayasa Lalu lintas, Universitas Muhammadiyah Malang, Malang

C. Jotin Khisty & B. Kant Kall, 2003, Dasar-Dasar Rekayasa Transportasi, Jilid 1 dan 2, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Departemen Pekerjaan Umum, 1997, Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) , Direktorat Jenderal Bina Marga dan Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, 1999, Rekayasa Lalu lintas (Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Lalu lintas di wilayah Perkotaan), Direktorat Bina sistem Lalu lintas dan Angkutan Kota Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Jakarta.

Hobbs, F.D, 1995, Perencanaan dan Teknik Lalu Lintas, Penerbit Gadjah Mada University Press.

Morlok, E.K., 1998, Pengantar Teknik dan Perencanaan Transportasi, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Peraturan Pemerintah RI Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, Jakarta.

Warpani, Suwardjoko, 1985, Rekayasa Lalu lintas, Bhratara Aksara, Jakarta


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


VOL 1. NOMOR 1. AGUSTUS 2012