PENGARUH PEMBERIAN LIMBAH SOLID SAWIT DAN NPK MUTIARA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME (Glycine max L Merill) VARIETAS RYOKKOH

Haidir Ali

Abstract


Limbah solid padat sawit belum banyak dimanfaatkan baik sebagai media tanam dan pupuk padahal limbah tersebut banyak sekali dan apabila dimanfaatkan sebagai nilai tambah baik untuk pertanian dan perkebunan. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Limbah Solid Sawit dan NPK Mutiara serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame serta untuk memperoleh dosis pupuk Limbah Solid Sawit Dan NPK Mutiara yang sesuai untuk meningkatkan produktivitas tanaman kedelai edamame (Glycine max L merill) Varietas ryokkoh.

Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan analisis faktorial 4 x 4 dan terdiri atas 3 ulangan (blok). Faktor pertama adalah dosis pupuk Limbah Solid Sawit (S) yang terdiri atas 4 taraf, yaitu : (S0) : tanpa pupuk limbah solid sawit (kontrol), (S1) : 10 ton/ha setara dengan 1kg/ petak, (S2) : 20 ton/ha setara dengan 2 kg/petak, (S3) : 30 ton/ha setara dengan 3 kg/petak. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Mutiara (N) yang terdiri atas 4 taraf, yaitu : (P0) : tanpa pupuk NPK Mutiara ( kontrol), (N1) : 300 kg/ha setara dengan 2kg/petak, (N2) : 600 kg/ha setara dengan 60 g/petak, (N3) : 900 kg/ha setara dengan 90 g/petak.

Perlakuan pupuk limbah solid sawit berbeda sangat nyata terhadap tanaman umur 20 hari setelah tanam, berat polong per petak produksi, produksi polong per hektar, umur tanaman saat panen, umur tanaman saat berbunga, serta berbeda nyata terhadap persentase polong isi.

Perlakuan pupuk NPK Mutiara berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 20, 40, 60 hari setelah tanam dan umur keluar bunga, umur panen, persentase polong isi, berat polong per petak produksi, dan produksi polong per hektar.

Interaksi perlakuan antara pupuk Limbah Solid Sawit dan pupuk NPK Mutiara berpengaruh sangat nyata terhadap berat polong per petak produksi, berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 20,40, 60 hari setelah tanam.


Keywords


Limbah solid sawit, NPK Mutiara, Pertumbuhan kedelai edamame.

Full Text:

PDF

References


Adie dan Krisnawati, A. 2007. Biologi Tanaman Kedelai. Balai Penelitian Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian (BALITKABI). Malang

Adisarwanto, T. (2005). Kedelai. Jakarta: Penebarswadaya.

Andrianto, T T ,dan Indarto N. 2004. Budidaya dan Analisis Usaha Tani Kedelai Kacang Hijau Kacang Panjang. Penerbit. Yokgyakarta.

Gomez, K.A. dan A.A. Gomez, (1995). Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Diterjemahkan oleh: E. Sjamsuddin dan J.S. Baharsjah. UI-Press, Jakarta.

Hakim, N., Y. Nyakpa, A.M. Lubis, S.G. Nugroho, M.R. Saul, M.A. Dika, G.B. Hong dan H.H. Baley. (1986). Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Irwan, W. (2006). Budidaya Tanaman Kedelai. Jatinangor : Universitas Padjadjaran.

Jayasumarta, D. (2015). Pengaruh sistem olah tanah dan pupuk P terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycine max L. Merril). AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian, 17(3). DOI: https://doi.org/10.30596/agrium.v17i3.313.

Marliah, A., Hidayat, T., & Husna, N. (2012). Pengaruh varietas dan jarak tanam terhadap pertumbuhan kedelai [Glycine Max (L.) Merrill]. Jurnal Agrista, 16(1), 22-28. https://jurnal.usk.ac.id/agrista/article/view/679/635.

Musnawar. (2003). Pupuk organic: cair dan padat, pembuatan, aplikasi. Jakarta: Swadaya.

Muzar A. (2007). Pemanfaatan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit Terhadap Tanaman Kedelai Pada Ultisol Di Polybag. Falkultas Pertanian. Universitas Jambi.

Paranata, AS. (2010). Menigkatkan Hasil Panen Dengan Pupuk Organik. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Prihmantoro, H. (1999). Memupuk Tanaman Buah. Jakarta: Penebar Swadaya.

Ruswendi. 2008. Budidaya Kelapa Sawit di Indonesia. Jakarta: Penebar Swadaya.

Samsu, H. S. (2001). Membangun Agroindustri dan Bernuansa Ekspor: Edamame (Vegetable Soybean). Jember: Graha Ilmu dan Florentina.

Soewanto, Prasongko dan Sumarno. (2007). Kedelai Teknik Produksi dan Pengembangannya (Agribisnis Edamame untuk Ekspor). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.

Suryati, D., N. Susanti, dan Hasanudin. (2009). Waktu Aplikasi Pupuk Nitrogen Terbaik Untuk Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Varietas Kipas Putih Dan Galur 13 ED.J. Akta Agrosia Falkultas Pertanian UNIB, Vol. 12 (2): 204-212.

Taufiq, A., & Sundari, T. (2012). Respons tanaman kedelai terhadap lingkungan tumbuh. None, (23), 225870.

Utomo dan Widjaja 2004; Widjaja et al.2005. Limbah padat pengelolahan minyak sawit sebagai sumber nutrisi ternak ruminasi. Jurnal penelitian dan pengembangan pertanian 23(1); 22-28.




DOI: https://doi.org/10.31293/jakt.v1i2.6680

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 JAKT : Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika