PERSENTASE HIDUP TANAMAN PADA REHABILITASI HUTAN DAN LAHAN DI WILAYAH KERJA UPTD KPHP MERATUS DESA BAKUNGAN KECAMATAN LOA JANAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Abstract
Kalimantan merupakan pulau terbesar di Indonesia, dikenal memiliki hutan yang sangat luas dan memiliki sumber daya yang melimpah berupa hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase pertumbuhan tanaman pada rehabilitasi hutan dan lahan di wilayah kerja UPTD KPHP Meratus setelah tiga tahun penanaman. Jenis tanaman yang digunakan meliputi MPTS seperti sukun, cempedak, nangka, dan petai, serta tanaman kayu-kayuan meranti. Penelitian dilakukan pada areal blok 1 seluas 200 ha dengan jarak tanam 3 m x 3 m, menggunakan 24 petak ukur berukuran 40 m x 25 m yang masing-masing berisi 112 tanaman. Metode penelitian menggunakan teknik random sampling dengan mengumpulkan data primer melalui observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase tumbuh tanaman sebesar 93,5%, dengan persentase hidup sehat mencapai 84.5% dan persentase tanaman merana sekitar 9%. Petak 3 memiliki persentase tumbuh dan hidup tertinggi, sedangkan petak 5 dan 7 menunjukkan tantangan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan. Rata-rata tinggi tanaman mencapai 85,49 cm, yang menunjukkan pertumbuhan optimal dan kondisi tanaman yang sehat. Secara keseluruhan, tingkat keberhasilan tumbuh tanaman telah melampaui standar minimal 75% sesuai peraturan, menandakan keberhasilan program rehabilitasi dalam menjaga kesehatan dan pertumbuhan tanaman.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Adinugroho, W. C., I N. N. Suryadiputra, B. H. Saharjo dan L. Siboro. (2005). Pandungan pengendalian kebakaran hutan dan lahan gambut. Bogor. 163 Hal.
Adistina, F. (2012). Evaluasi Pertumbuhan Tanaman Jati Pada Areal Gerakan Rehabilitasi Hutan Dan Lahan. Fakultas Kehutanan. Universitas Lambung Mangkurat. Kalimantan Selatan. Jurnal Hutan Tropis Volume 13 No.1.
Arimbawa, I. W.P. (2016). Dasar-Dasar Agronomi. Fakultas Pertanian Universitas Udayana.
Brown S. (1994). Rehabilitation of Tropical Lands. A Key to Sustaining Development. Restoration Ecology 2(2): 97-111.
Fahlianti, Ruslan, M. dan Indrayatie, E.R. (2020). Analisis Kesesuaian Tempat Tumbuh Jenis-Jenis Pohon di Kawasan Konservasi Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jurnal Sylva Scienteae. 3(6):1020-1029.
Kementrian Kehutanan. (2009). Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor 60 tentang Pedoman Penilaian Keberhasilan Reklamasi Hutan. Jakarta: Kemenhut.
Makaruku, A., Aliman, R. (2019). Analisis Tingkat Keberhasilan Rehabilitasi Mangrove Di Desa Piru Kecamatan Seram Barat Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Rekayasa Lingkungan. 2 (2): 1-17
Nasrudin, A. (2018). Strategi Percepatan pengembangan UPTD KPHP Model Meratus di Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Paradigma, Vol. 7 No. 3. Hal. 131-141.
Nugroho, B. (2006). Laporan Akhir Penilaian Kinerja Gerhan Tingkat Provinsi Irian Jaya Barat tahun 2005/2006. Kerja Sama Dinas Kehutanan Dan Pertanian Provinsi Irian Jaya Barat dengan Universitas Negeri Papua Manokwari 2006.
Pemerintah Desa Bakungan. (2024). Desa Bakungan. https://www.bakungan.desa.id/
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.27/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2018. (2018) Tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan.
Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.32/MENHUT-II/2009. Tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Daerah Aliran Sungai (RTkRHL-DAS).
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.105/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 Tentang Tata Cara Pelaksanaan, Kegiatan Pendukung, Pemberian Intensif, serta Pembinaan dan Pengendalian Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan.
Peraturan Menteri Kehutanan. (2009). Peraturan Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor: P.60/Menhut-II/2009 Tentang Pedoman Penilaian Keberhasilan Reklamasi Hutan.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia. (2008). Rehabilitasi Hutan dan Reklamasi Lahan No 76 Tahun 2008. Departemen Kehutanan. Jakarta.
Simanjuntak, S. L., Nugroho. Y., dan Susilawati. (2021). Evaluasi Pertumbuhan dan Kesehatan Tanaman Intoleran Pada Lahan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Tiwingan Lama Kabupaten Banjar. Jurnal Sylva Scienteae. 4(06):967-976.
Sopandie D. (2013). Fisiologi Adaptasi Tanaman terhadap Cekaman Abiotik pada Agroekosistem Tropika. Buku Cetakan Pertama. PT. Penerbit IPB Press. Kampus IPB Taman Kencana Bogor. Bogor.
Sudaryono. (2014). Aplikasi Statistika Untuk Penelitian . Jakarta Pusat: Lentera Ilmu Cendekia.
Suyanto, Hafizianor, Nugroho Y. (2009). Inventarisasi Jenis-jenis Pohon Bermanfaat Ganda Unggulan Lokal (MPTS) Berdasarkan Kondisi Ekologinya dalam Rangka Upaya Rehabilitasi Lahan Kritis di Kabupaten Banjar. Fakultas Kehutanan. Banjarbaru.
DOI: https://doi.org/10.31293/jakt.v4i1.9242
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika
JAKT ISSN ONLINE April 2023 : 2986-3503


JAKT : Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.132






