Delineasi Daerah Rawan Kebakaran Hutan Dan Lahan Kota Bontang

Ahmat Raqif Mardani, Djumansi Derita, Heni Emawati

Abstract


Kota Bontang merupakan daerah rawan kebakaran. Tujuan penelitian untuk mengetahui pada tahun berapa tingkat rawan kebakaran hutan dan lahan yang tinggi antara tahun 2019 s/d 2022. Penelitian dilaksanakan di Manggala Agni Daops Sangkima, dengan waktu ± 3 (tiga) bulan. Pengolahan Data Areal Kebakaran Hutan dan Lahan: Pengumpulan data titik panas (hotspot) hasil download dari LAPAN, Menentukan lokasi indikasi areal kebakaran dengan analisis kerapatan titik panas (point density analysis), Deliniasi areal kebakaran berdasarkan data citra Landsat 8 OLI terbaru sesuai dengan data titik panas (hotspot) dan analisis kerapatan titik panas, Analisis lanjutan dengan menggunakan data tema-tema kehutanan lainnya, Penyajian data, grafik, dan layout peta areal kebakaran hutan dan lahan. Daerah yang paling rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan adalah daerah Kelurahan Bontang Lestari dimana dalam penelitian 4 tahun dengan jumlah 22 kasus kebakaran hutan dan lahan dengan rincian Kecamatan Bontang Selatan, Kelurahan Bontang Lestari terjadi sebanyak 17 kasus kebakaran hutan dan lahan kemudian Kelurahan Satimpo terjadi sebanyak 2 kasus kebakaran hutan dan lahan, Kecamatan Bontang Barat, Kelurahan Kanaan terjadi sebanyak 3 titik kebakaran hutan dan lahan. Di antara banyaknya titik kebakaran hutan dan lahan hanya terdapat 3 wilayah yang paling rawan yaitu Kecamatan Bontang Selatan, Kelurahan Bontang Lestari, Kelurahan Satimpo dan Kecamatan Bontang Barat, Kelurahan Kanaan. Tahun terginggi terjadinya kebakaran hutan dan lahan terdapat pada tahun 2019 dengan 14 Kasus kebakaran hutan dan lahan dilanjut dengan tahun 2021 dan tahun 2022 dengan 3 Kasus kebakaran hutan dan lahan serta pada tahun 2020 terdapat 2 kasus kebakaran hutan dan lahan.


Keywords


Kota Bontang, Kebakaran hutan dan lahan, Titik panas

References


Agustiar, A. B., Mustajib, Amin, F., & Hidayatullah, A. F. (2019). Kebakaran Hutan dan Lahan Perspektif Etika Lingkungan. Jurnal Studi Islam, Univ. Walisongo, 20(2), 124–132.

Ardiyanto, S. Y., & Hidayat, T. A. (2021). Pola Penegakan Hukum Terhadap Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan. PAMPAS: Journal of Criminal Law, 1(3), 79–91. https://doi.org/10.22437/pampas.v1i3.10544

Endrawati, E., Purwanto, J., Nugroho, S., & Agung, R. (2018). Identifikasi areal bekas kebakaran hutan dan lahan menggunakan analisis semi otomatis citra satelit LANDSAT. Seminar Nasional Geomatika, 2(273), 2012–2017.

Indra, Kamarubayana, L., & Kirtaamiana, T. (2024). STUDI KEBAKARAN HUTAN TAHUN 2015-2019 BERDASARKAN APLIKASI SIPONGI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT NOAA DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR ( Forestry Study Program . Forest Fire Study 2015-2019 Based on the Sipongi Application Using NOOA Satellite Imagery in East Kal. 2(1), 47–70.

Irwandi, I., Jumani, J., & Bakrie, I. (2016). Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Desa purwajaya kecamatan loa janan kabupaten Kutai kertanegara kalimantan timur. Agrifor: Jurnal Ilmu Pertanian Dan Kehutanan, 15(2), 201–210.

Jumani. (2021). Perlindungan Hutan. Zahir Publishing. Yogyakarta.

Kurniawan, A. J., Emawati, H., & Ismail. (2024a). ( Integrated Patrol For Forest And Land Fire Prevention In Paser District , East Kalimantan Province ) Patroli Terpadu Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan . penting yang dilaksanakan pada tahun 2016 , 2017 dan 2018 dengan melibatkan peran serta. Jurnal Agroteknologi Dan Kehutanan Tropika, 2(1), 85–100.

Kurniawan, A. J., Emawati, H., & Ismail, I. (2024b). PATROLI TERPADU PENCEGAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KABUPATEN PASER PROVINSI KALIMANTAN TIMUR. Jurnal Agroteknologi Dan Kehutanan Tropika, 2(1), 85–100.

Maylani, T., & Mashur, D. (2019). Collaborative Governance Dalam Pencegahan Kebakaran Hutan Dan Lahan Gambut. Jurnal Kebijakan Publik, 10(2), 105. https://doi.org/10.31258/jkp.10.2.p.105-110

Novita, S. E., & Vonnisa, M. (2021). Pemodelan Spasial Kerentanan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan Timur. Jurnal Fisika Unand, 10(2), 232–238. https://doi.org/10.25077/jfu.10.2.232-238.2021

Perencanaan, B. P. dan R. (2024). Kajian Lingkungan Hidup Strategis Kota Bontang. https://e-arsip.bontangkota.go.id/images/Kajian_Lingkungan_Hidup_Strategis_RPJMD_2025-2029_Kota_Bontang.pdf

Pinem, T. (2016). Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut: Kajian Teologi Ekofeminisme. Gema Teologika, 1(2), 139. https://doi.org/10.21460/gema.2016.12.219

Sukojo, B. M., & Herwanda, A. S. (2018). Analisis Akurasi Citra Modis dan Landsat 8 Menggunakan Algoritma Normalized Burn Ratio Untuk Pemetaan Area Terbakar (Studi Kasus: Provinsi Riau). Geoid, 13(1), 101–108.

Trihatmanto, H., Anas, M., Safani, J., Aba, L., & Sukmawati, W. O. (2025). Kajian Potensi Bahaya dan Tingkat Risiko Bencana di Provinsi Sulawesi Tenggara Periode Tahun 2017-2021: Study of Potential Hazards and Disaster Risk Levels in Southeast Sulawesi Province for the 2017–2021 Period. Einstein’s: Research Journal of Applied Physics, 3(1), 19–42.

Wasis, B. (2003). Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan Terhadap Kerusakan Tanah. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 9(2), 79–86. https://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/31158/1/MHT030902bwa_2003_No2_79-86.pdf

Widjonarko, W., Ardi, I. A., & Hidayati, S. R. (2021). Bencana Multi Bahaya Pada Daerah Aliran Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Reka Ruang, 4(2), 95–105.




DOI: https://doi.org/10.31293/jakt.v4i2.9396

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika

JAKT ISSN ONLINE April 2023 : 2986-3503

link ke situs budidaya tani

Creative Commons Licensesitus web mitra usaha tani
JAKT : Jurnal Agroteknologi dan Kehutanan Tropika is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.132