PEMBENTUKAN IDENTITAS DIRI PADA KPOPERS

Arif Rahman Hakim, Ardhini Mardhiyah, Dika Muhammad Ilham Novtadijanto, Nahla Nurkholifah, Zulmi Ramdani, Andi Amri

Abstract


Identitas diri merupakan suatu hal yang sangat fundamental dalam diri individu dan seringkali mengalami krisis dalam pembentukannya. Identitas dapat dibentuk dan dipengaruhi oleh budaya yang melekat dalam diri seseorang, kelompok, atau organisasi. Saat ini, informasi dari berbagai budaya dapat dengan mudah terserap dan mempengaruhi pembentukan identitas diri. Salah satunya adalah fenomena “Korean Wave (Hallyu)”, yaitu suatu fenomena dari pesatnya perkembangan budaya Korea. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat bagaimana pembentukan identitas diri individu penggemar KPOP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, subjek dalam penelitian ini adalah remaja penggemar KPOP berusia 12-21 tahun, yang memiliki bias atau idola KPOP secara spesifik, pernah membeli barang-barang yang berkaitan dengan KPOP dan mengikuti perkembangan dunia KPOP. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembentukan identitas diri dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosial, kelompok acuan dan tokoh idola. Pembentukan ini didasari oleh aspek eksplorasi terhadap kpop dan komitmen dari identitasnya sebagai kpopers. Dalam proses pembentukannya seluruh subjek telah mencapai tahap identifikasi, meski sebelumnya seorang subjek mengalami tahap krisis identitas dan seorang lainnya mengalami tahap difusi. Dalam penelitian ini kami menemukan motivasi yang menyebabkan perubahan identitasnya menjadi seorang kpopers dan perubahan motivasi hidup adalah motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Kesimpulan yang diperoleh berdasarkan penelitian ini, adalah bahwa secara umum seluruh subjek kpopers telah sampai pada status identitas achievement


Full Text:

PDF

References


Adrian, D. (2017). Strategi pimpinan fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Tadulako dalam mengkomunikasikan kebijakan kepada mahasiswa. Sociae Polites: Majalah Ilmiah Sosial Politik, 18(01), 57–67.

Ameliawati, M., & Setiyani, R. (2018). The influence of financial attitude, financial socialization, and financial experience to financial management behavior with financial literacy as the mediation variable. KnE Social Sciences, 3(10), 811–832. https://doi.org/10.18502/kss.v3i10.3174

Amri, A., & Ramdani, Z. (2021). Effect of organization commitment, work motivation , and work discipline on employee performance (case study : pt . pln (persero) p3b Sumatera upt Padang). International Journal of Educational Management and Innovation, 2(1), 88–99. https://doi.org/10.12928/ijemi.v2i1.3183

Anonim. (2020a). Pasar besar budaya K-Pop di Indonesia. SINDOnews. https://today.line.me/id/v2/article/a35y2p

Anonim. (2020b). Penggemar K-Pop Indonesia lima besar terbanyak versi Twitter. Antaranews. https://www.antaranews.com/berita/1740553/penggemar-k-pop-indonesia-lima-besar-terbanyak-versi-twitter

Desmita. (2005). Psikologi perkembangan. Rosdakarya.

Fitriyani, N., Widodo, P. B., & Fauziah, N. (2013). Hubungan antara konformitas dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa di Genuk Indah Semarang. Jurnal Psikologi Undip, 12(1), 1–14. https://doi.org/10.14710/jpu.12.1.1-14

Gunarsa, S. D. (2009). Psikolog perkembangan anak dan remaja. Gunung Mulia.

Handayani, M. C. (2020). Konformitas remaja penggemar bangtan boys pada komunitas ARMY di Kediri. IAIN Kediri.

Haryani, I., & Herwanto, J. (2015). Hubungan konformitas dan kontrol diri dengan perilaku konsumtif terhadap produk kosmetik pada mahasiswi. Jurnal Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau, 11(1), 5–11. I Haryani, J Herwanto - Jurnal Psikologi, 2016 - ejournal.uin-suska.ac.id

Hetschko, C., Schöb, R., & Wolf, T. (2020). Income support, employment transitions and well-being. Labour Economics, 66(June 2019), 101887. https://doi.org/10.1016/j.labeco.2020.101887

Ho, S. L. (2012). Fuel for South Korea’s “global dreams factory”: The desires of parents whose children dream of becoming K-pop stars. Korea Observer, 43(3), 471–502.

Jing, W. (2017). A Research on the influence of contemporary popular music upon youths’ self-identity. Advances in Language and Literary Studies, 8(5), 12. https://doi.org/10.7575/aiac.alls.v.8n.5p.12

Julita, N. (2019). Hubungan antara konformitas dengan status identitas diri pada penggemar kpop.

Maulana, F. H., Hamid, D., & Mayoan, Y. (2015). Pengaruh motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik dan komitmen organsasi terhadap kinerja karyawan pada bank btn kantor cabang Malang. Jurnal Administrasi Bisnis, 22(1), 1–8.

Novianti, E. (2014). Manajemen asuhan keperawatan potensial pembentukan identitas diri remaja dengan pendekatan model health promotion di kelurahan Katulampa Bogor Timur. Jurnal Keperawatan Widya Gantari, 1(1), 17–34.

Oh, I., & Park, G. S. (2012). From B2C to B2B: Selling Korean pop music in the age of new social media. Korea Observer, 43(3), 365–397.

Purwato. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Rajawali Pers.

Puspita, A. A. (2018). Gambaran motivasi pada army untuk menjadi fans fanatik bangtan boys (bts) di kota Bandung. UIN Sunan Gunung Djati.

Rahma, F. (2013). Hubungan antara pembentukan identitas diri dengan perilaku konsumtif pembelian merchandise pada remaja. Character, 01(3), 1–6. https://doi.org/10.2106/JBJS.H.01009

Rahman, Z. A., & Shah, I. M. (2015). Measuring Islamic Spiritual Intelligence. Procedia Economics and Finance, 31(15), 134–139. https://doi.org/10.1016/s2212-5671(15)01140-5

Rahmawanti, N. P. (2014). Pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan (Studi pada karyawan kantor pelayanan pajak Pratama Malang Utara). Jurnal Administrasi Bisnis, 8(2).

Ramdani, Z. (2017). Forgiving is not only forgetting (phenomenological study on forgiveness in individual who experiences a friendship conflict). IJASOS- International E-Journal of Advances in Social Sciences, III(9), 829–839.

Saputro, Z. khamim. (2017). Memahami ciri dan tugas perkembangan masa remaja. Jurnal Aplikasi Ilmu Ilmu Agama, Volume 17(No 1), 25–32.

Sari, V. F., Isworo, A., & Erawati, E. (2019). Hubungan celebrity worship dengan identitas diri remaja penggemar k-pop. Jurnal Keperawatan Mersi, VIII, 28–31.

Setiowati, E. (2014). Memahami kriteria kualitas penelitian:Aplikasi pemikiran penelitian kualitatif maupun kuantitatif. Journal of Vocational Program University of Indonesia, 2(2), 3–10.

Sugiana, D., & Hafiar, H. (2018). Construction of self-identity and social identity of “Koes Plus” Music Fans. MIMBAR : Jurnal Sosial Dan Pembangunan, 34(1), 176–184. https://doi.org/10.29313/mimbar.v34i1.3321

Sumara, D., Humaedi, S., & Santoso, M. B. (2017). Kenakalan remaja dan penanganannya. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2). https://doi.org/10.24198/jppm.v4i2.14393

Sutjiato, M., & Tucunan, G. D. K. a a T. (2015). Hubungan faktor internal dan eksternal dengan tingkat stress pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jikmu, 5(1), 30–42.




DOI: https://doi.org/10.31293/mv.v4i1.5188

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


RJI research database research database research database research database

 

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.